Buletin Ilmiah IMPAS Volume 21 Nomor : 1 Edisi : April 2020 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Tanaem, et all, Keragaan Pendapatan Usahatani Jagung Manis………… Page 17 KERAGAAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS (PIONIR) DAN JAGUNG HIBRIDA (BISI-2) DI DESA PUKDALE KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG. (Income Performance of Sweet Corn Farm and Bisi-2 Cord Hybrid at Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang) Cheisia U.K.Tanaem, Maria Bano, Charles Kapioru Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana Penulis korespondensi : e-mail: marthenrpellokila@staf.undana.ac.id Diterima : 20 Pebruari 2020 Disetujui : 26 Pebruari 2020 ABSTRAK Jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok yang cukup digemari khususnya bagi masyarakat NTT Makanan lokal masyarakat NTT selain beras adalah jagung. Hal ini dibuktikan dengan beranekaragam jenis makanan pokok yang bahan baku utamanya adalah jagung.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan jagung manis (Pionir) dan jagung hibrida (Bisi-2) dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani jagung manis (Pionir) dan jagung hibrida (Bisi-2) di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilakukan di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada periode Maret sampai April 2019. Untuk menjawab tujuan maka dapat di analisis dengan menggunakan pendapatan total usahatani jagung dengan pengeluaran total usahatani jagung pada satu kali musim tanam, dan untuk menjawab tujuan kedua metode yang digunakan menggunakan pendekatan Gross Profit Margin. Hasil penelitian menunjukan bahwa total pendapatan usahatani jagung hibrida dan jagung manis dilokasi penelitian adalah Rp.49.425.000 dengan rata rata pendapatan per responden adalah Rp.852.155 /Musim dan rata rata pendapatan per Ha adalah Rp. 1.433.855/Musim. Sedangkan total pendapatan usahatani jagung manis yang diperoleh petani responden adalah sebesar Rp.55.383.000 dengan rata-rata pendapatan per responden adalah Rp. 1.065.057/Musim dan rata-rata pendapatan per Ha adalah Rp. 3.018.147/Musim. Dan Peresentase margin laba kotor menunjukan bahwa persentase jagung manis sebesar 20,63% yang diterima dalam waktu 2 bulan dan sedangkan jagung hibrida adalah 23,20% yang diterima dalam waktu 3 bulan. Kata Kunci: Jagung Hibrida(Bisi-2), Jagung Manis(Pionir), Keragaan pendapatan ABSTRACT Corn is one of the staple foodsthat is quite delighted especially for the NTT community. The local food of the NTT community besides rice is corn. This is evidenced by the diverse types of staple foods whose main raw material is corn. This study aims to find out how much revenue of sweet corn (Pioneer) and hybrid corn (Bisi-2) and to determine differences in income of sweet corn farming (Pioneer) and corn hybrid (Bisi-2) at Pukdale Village, East Kupang District, Kupang Regency. This research was conducted at Pukdale Village, East Kupang Subdistrict, Kupang Regency on the period from March to April 2019. To answer the goal, it can be analyzed using total corn farming income by total corn farming expenditure at one planting season, and the Gross Profit Margin approach to answer the second purpose. The results showed that the total income of hybrid maize and sweet corn in the research location wass Rp.49,425,000 with an average income per respondent of Rp.852,155 / season and the average income per hectare was Rp. 1,433,855 / season. While the total income of sweet corn farming obtained by respondent farmers is Rp.55,383,000 with an average income per respondent is Rp. 1,065,057 / season and the average income per Ha is Rp. 3,018,147 / season. The percentage of gross profit margin shows that the percentage of sweet corn of 20.63% is received within 2 months and while hybrid corn is 23.20% received within 3 months. Key Words: Hybrid Corn (Bisi-2), Sweet Corn (Pioneers), Revenue Performance