JEP | Volume 3 | Nomor 2| November 2019
e-ISSN 2579-860X
p-ISSN 2614-1221
Doi: https://doi.org/10.24036/jep/vol3-iss1/328
Program Belajar berbasis STEM untuk Pembelajaran IPA: Tinjauan Pustaka, dengan
Referensi di Indonesia
Oktian Fajar Nugroho*, Anna Permanasari, Harry Firman
Sekolah Pascasarjana Pendidikan IPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
E-mail*: oktianfajarnugroho@upi.edu
ABSTRACT
The scenario of Industry 4.0 and 21
st
century skills show rapidly increase and informed. In this
century, the main goal of our educational system should be able to answer students needed for living
in the world. In recent years, STEM Education has received growing attention to be considered to
understand STEM Education. In the South East Asia, Indonesia is one of the biggest country has a
large number of human resources that should be developed. This study was aimed to examine the
movement of STEM education in Indonesia within the scope of 21
st
century skills categories by using
the content analysis method, examine best practice of STEM education for teachers by investigating
engineering design skills training and reviewed the literature from 1990 to 2016 that has emphasized
on development of STEM education around the world. The findings showed that STEM Education
has been developed around Indonesia and has a positive impact to enhance students’ concept
comprehension, literacy, and creativity. Many researches provide evidence the best practice for
science teacher to implement STEM Education. STEM has a close to daily life and increase student
awareness with the environment.
Keywords: STEM education, 21
st
century skills.
This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and
reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2019 by author and Universitas Negeri Padang.
PENDAHULUAN
Pada abad ke-21 terdapat keterampilan
yang perlu dikuasi, hal tersebut ditunjukkan
dengan peningkatan informasi yang cepat. Di
abad ini, tujuan utama sistem pendidikan kita
harus dapat menjawab kebutuhan siswa. Abad
ke-21 ditandai oleh perkembangan pesat ilmu
pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika
(STEM). Gerakan ini mempengaruhi kualitas
hidup manusia dan menyebabkan perubahan
dalam semua aspek kehidupan manusia.
Meskipun berubah, perubahan tersebut
memiliki dampak positif dan dampak negatif.
Sementara itu, dampak positifnya adalah
teknologi telah meningkat pesat. Dalam
beberapa tahun terakhir, Pendidikan STEM
telah menarik perhatian yang semakin besar
untuk dipertimbangkan. Menurut beberapa
artikel jurnal, pendidikan STEM telah
didefinisikan dengan beragam mulai dari
pendekatan disiplin hingga trans disiplin (Burke
et al., 2014; Honey et al., 2014; Moore dan
Smith, 2014).
Pendidikan STEM adalah pendekatan
interdisipliner pembelajar di mana konsep dan
teori dalam rumpun diintegrasikan dengan
pelajaran dunia nyata pada saat siswa
menerapkan sains, teknologi, teknik, dan
matematika dalam konteks yang membuat
koneksi antara sekolah, komunitas, pekerjaan,
dan perusahaan global yang memungkinkan
dalam ekonomi baru (Teupros, Kohler, &
Hallinen, 2009). Menurut Bybee (2013),
pendekatan STEM memiliki kaitan erat dengan
aktivitas dunia nyata yang melibatkan empat
disiplin ilmu seperti Sains, Teknologi, Teknik,
dan Matematika yang harus diajarkan secara
terintegrasi. Tujuan Pendidikan STEM
berdasarkan Bybee (2013) adalah untuk semua
siswa saat belajar dan menerapkan konten dasar
dari disiplin ilmu tersebut dan praktik disiplin
STEM pada situasi kehidupan nyata. Kurikulum
tersebut harus memberikan keterampilan
memperoleh informasi alih-alih memberi
mereka pemahaman pengetahuan tentang suatu
konsep. Mengenai perspektif tersebut,
bagaimana kurikulum memberikan ruang pada
siswa dalam kehidupan nyata dan
memungkinkan siswa untuk menggunakan
pengetahuan dan keterampilan yang mereka
butuhkan untuk menjadi warga negara yang
berpengetahuan.
Di Asia Tenggara, Indonesia adalah salah
satu negara terbesar yang memiliki banyak
sumber daya manusia yang harus