Oseanologi dan Limnologi di Indonesia 2021 6(1): 11-24 11 OSEANOLOGI DAN LIMNOLOGI DI INDONESIA Online ISSN: 2477-328X Akreditasi RISTEKDIKTI No. 200/M/KPT/2020 http://oldi.lipi.go.id Pengaruh Padat Tebar terhadap Konsumsi Oksigen dan Respons Stres Ikan Cupang Alam (Betta imbellis) Shofihar Sinansari 1 , Vitas Atmadi Prakoso 2 , Erma Primanita Hayuningtyas 1 , Bambang Priadi 2 , Sri Sundari 2 , Eni Kusrini 1 1 Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Depok, Jl. Perikanan Raya No.13, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16436 2 Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Bogor, Jl. Sempur No. 1, Bogor, Jawa Barat 16129 Email: vitas.atmadi@gmail.com Submitted 23 April 2020. Reviewed 3 August 2020. Accepted 25 August 2020. DOI: 10.14203/oldi.2021.v6i1.314 Abstrak Padat tebar merupakan salah satu parameter penentu untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan dalam sistem budidaya karena berhubungan dengan metabolisme ikan. Informasi mengenai pengaruh perbedaan padat tebar terhadap metabolisme belum tersedia pada ikan cupang alam (Betta imbellis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh padat tebar terhadap konsumsi oksigen, kadar oksigen terlarut kritis, dan respons stres pada ikan cupang alam. Penelitian dilakukan dengan tiga perlakuan padat tebar yang berbeda yaitu 5, 10, dan 15 ekor/L, dan masing-masing dilakukan dalam tiga ulangan menggunakan ikan uji dengan panjang total 2,74 ± 0,23 cm dan bobot 0,22 ± 0,05 g. Parameter yang diamati yaitu konsumsi oksigen, laju ventilasi, kadar glukosa darah, kortisol, dan kadar oksigen kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi oksigen tertinggi ditemukan pada perlakuan padat tebar 5 ekor/L (3,01 ± 0,28mg O 2 /g/jam). Hal ini berbeda nyata dengan perlakuan 10 ekor/L (1,01 ± 0,21mg O 2 /g/jam) dan 15 ekor/L (0,92 ± 0,08 mg O 2 /g/jam). Konsumsi oksigen tidak berbeda nyata saat hipoksia maupun normoksia, sedangkan laju ventilasi cenderung mengalami kenaikan yang berbeda nyata dengan peningkatan padat tebar pada kedua kondisi tersebut. Kadar oksigen kritis tidak berbeda nyata antar perlakuan, yaitu 3,31 ± 0,65 mg/L, 3,14 ± 0,29 mg/L, dan 2,83 ± 0,19 mg/L masing-masing untuk padat tebar 5, 10, dan 15 ekor/L. Kadar glukosa darah secara berbeda nyata lebih tinggi pada perlakuan padat tebar 15 ekor/L dibandingkan perlakuan yang lain, sedangkan kadar kortisol tidak berbeda antara perlakuan. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa ikan cupang alam merespon peningkatan padat tebar dengan penurunan aktivitas metabolisme dan peningkatan laju ventilasi. Namun, peningkatan laju ventilasi berkorelasi negatif terhadap konsumsi oksigen dalam sekali bernapas pada padat tebar yang lebih tinggi akibat adanya penurunan aktivitas ikan, sehingga terjadi penurunan konsumsi oksigen pada kondisi padat tebar yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil pengukuran konsumsi oksigen dan parameter respons stres dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa padat tebar ideal bagi ikan cupang alam adalah 5 ekor/L. Peningkatan padat tebar menyebabkan penurunan tingkat konsumsi oksigen dan peningkatan stres bagi spesies ikan ini. Kata kunci: Betta imbellis, padat tebar, konsumsi oksigen, stres. Abstract Effect of Stocking Density on Oxygen Consumption and Stress Response in Crescent Betta (Betta imbellis). Stocking density is one of the determinant parameters for fish growth optimization in