Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia Volum 7 Nomor 1 bulan Maret 2022 Page 47 - 52 p-ISSN: 2477-5967 e-ISSN: 2477-8443 47 Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia is licensed under A Creative Commons Attribution-Non Commercial 4.0 International License. ANALISIS MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA PADA MATA KULIAH MATEMATIKA Dwi Ariani Finda Yuniarti 1) , Dwiani Listya Kartika 2) , Agus Prianggono 3) 1) Akademi Komunitas Negeri Pacitan, Pacitan, Indonesia E-mail: finda@aknpacitan.ac.id 2) Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto, Purwokerto, Indonesia E-mail: dwianikartika@gmail.com 3) Akademi Komunitas Negeri Pacitan, Pacitan, Indonesia E-mail: agus@aknpacitan.ac.id Abstrak. Minat dan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah matematika yang diberikan untuk mahasiswa program studi Teknik Informatika merupakan aspek pembelajaran yang penting untuk diperhatikan. Pentingnya matematika bagi semua lapisan kehidupan harus ditanam sejak dini, agar mahasiswa mengerti bahwa matematika merupakan pelayan dan juga ratu dari segala ilmu. Sehingga semua lapisan ilmu pengetahuan butuh matematika, tak terkecuali mahasiswa program studi Teknik Informatika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan minat dan motivasi belajar matematika sehingga dapat menjadi acuan dosen dalam menyampaikan perkuliahan matematika. Metode dalam penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan sampel berasal dari mahasiswa program studi Tenik Informatika. Hasil dari penelitian ini adalah mahasiswa mempunyai minat dan motivasi belajar yang tinggi. Minat belajar yang terdiri atas empat (4) indicator, adapun hasilnya adalah lebih dari 52,99% mahasiswa mempunyai ketertarikan dalam pembelajaran, selain itu sebesar 45,28% dan 45,75 menyatakan bahwa konsentrasi dan pengetahuan matematika cukup baik akan tetapi perlu untuk dimaksimalkan sehingga kesadaran belajar yang dialami oleh siswa dapat maksimal tidak seperti saat ini yang hanya sebesar 23,82%. Motivasi belajar pun tidak kalah penting untuk diperhatikan. Berdasarkan kedua unsur yaitu instrinsik yang terbagi atas empat indikator dan unsur ekstrinsik yang terdisi atas satu indikator. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa kelima indikator motivasi belajar cukup baik akan tetapi perlu terus ditingkatkan. Pemahaman langkah dalam setiap proses matematika merupakan hal yang penting, sehingga pemanfaatan teknologi dalam hal ini aplikasi matematika yang berbasis android pun perlu untuk diarahkan penggunaannya sehingga mampu mengaplikasikannya dengan sebaik-baiknya dan penerapannya dalam kegiatan perkuliahan pun dapat secara optimal. Minat dan motivasi belajar yang tinggi dalam suatu pelaksanan pembelajaran yang optimal pasti akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. Kata Kunci: minat belajar, motivasi belajar, teknik informatika, matematika I. PENDAHULUAN Matematika sebagai suatu kajian ilmu tidak pernah luput dari kehidupan manusia yang kompleks. Pemerintah Indonesia telah menerapkan matematika pada taraf pendidikan formal sebagai salah satu bidang studi yang dipelajari di jenjang sekolah dasar hingga di perguruan tinggi. Namun, pada realitanya matematika merupakan salah satu mata pelajaran maupun mata kuliah yang dihindari dan ditakuti. Baik siswa maupun mahasiswa beranggapan bahwa matematika susah untuk dipahami dan cukup rumit karena memiliki sifat yang abstrak sehingga membutuhkan kemampuan pemahaman yang benar dalam rangka memecahkan masalah yang ada (Dwi Ariani Finda Yuniarti, 2022). Hal ini menjadi salah satu penyebab kurangnya minat dan motivasi belajar matematika. Keberhasilan dalam belajar matematika dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Sama seperti halnya pada jenjang sekolah dasar dan menengah, keberhasilan pembelajaran matematika di perguruan tinggi pun dipengaruhi oleh factor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa yang terdiri atas motivasi, perhatian, minat, bakat, intelegensi, dan cara belajar. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berada dari luar diri mahasiswa yang terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.