TRANSFORMASI PENDIDIKAN ABAD 21 UNTUK MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN DASAR BERMUTU DAN BERKARAKTER | 471 Tersedia secara online ISBN: 978-602-71836-6-7 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP HUKUM NEWTON PADA SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN MULTI REPRESENTASI Suci Furwati 1) , Sutopo 2) , Siti Zubaidah 3) 1 ) SMPN 5 Satap Sungai Kunyit, Mempawah-Pontianak-KalBar 2) Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang 3) Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Malang Email: furwatisuci@gmail.com ABSTRAK Konsep IPA sering disajikan dalam bentuk simbol yang abstrak. Literatur pendidikan sains terutama fisika merekomendasikan penggunaan beberapa representasi untuk membantu siswa memahami konsep-konsep dan memecahkan masalah. Pendekatan multi representasi dalam pembelajaran IPA menjadi sesuatu yang sangat berpotensi menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan pemahaman konsep siswa tentang Hukum Newton melalui pembelajaran multi representasi pada materi Hukum Newton dan (2) perubahan pemikiran siswa tentang Hukum Newton melalui pembelajaran multi representasi. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep materi Hukum Newton. Soal berupa pilihan ganda disertai alasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain embedded experimental model. Hasil penelitian diperoleh bahwa skor penguasaan konsep siswa meningkat dari rata-rata 5,16 menjadi 11,16 (rentang 0-14) p<0,01 dengan effect size sebesar 2,66 (kategori kuat) dan N-gain sebesar 0,68 (kategori sedang). Meskipun pembelajaran multi representasi telah berhasil mengantarkan siswa memahami konsep-konsep Hukum Newton, namun masih ada siswa yang memiliki pemikiran yang keliru dan sulit untuk diubah tentang Hukum I, II dan III Newton. Kata kunci: pemahaman konsep, Hukum Newton, pembelajaran multi representasi LATAR BELAKANG Konsep pengetahuan dalam IPA sering disajikan dalam bentuk simbol yang abstrak. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan untuk memahaminya. Selain itu, pembelajaran IPA khususnya fisika lebih banyak menggunakan pendekatan matematik (Yusuf & Setiawan, 2009). Pendekatan matematik yang dilakukan berupa pemberian contoh dan latihan soal. Literatur pendidikan sains terutama fisika merekomendasikan penggunaan beberapa representasi untuk membantu siswa memahami konsep-konsep dan memecahkan masalah (Rosengrant dkk, 2009). Hal ini dikarenakan konsep IPA dapat direpresentasikan ke dalam berbagai bentuk, yaitu verbal, fisis, gambar dan persamaan matematika. Berinteraksi dengan berbagai bentuk representasi seperti diagram, grafik dan persamaan matematis dapat membawa manfaat ketika mempelajari konsep ilmiah yang rumit (Ainsworth, 2009). Hal ini sejalan dengan pikiran manusia yang berkaitan dengan representasi seperti gambar untuk lebih memahami bentuk kualitatif utama masalah IPA (Kohl dkk, 2007; Rosengrant dkk, Prosiding TEP & PDs Transformasi Pendidikan Abad 21 Tema: 4 Nomor: 43 Bulan Mei Tahun 2017 Halaman: 471 - 483