Vol.2 No.5 Oktober 2021 1491 ……………………………………………………………………………………………………... ……………………………………………………………………………………………………... ISSN 2722-9475 (Cetak) Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9467 (Online) HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS BALLA, KECAMATAN BALLA, KABUPATEN MAMASA Oleh Hilda Lorensa 1) , Andi Nurjaya 2) & Agustina Ningsi 3) 1,2,3 Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Kebidanan Jalan Munumen Emmy Saelan III No.2 Tidung Email: 1 hildalorensa23@gmail.com, 3 agustina_ningsi@poltekkes-mks.ac.id Abstrak Tingginya angka kematian ibu disebabkan karena ibu hamil mengabaikan arti pentingnya bahaya-bahaya dalam kehamilan. Adapun tujuan Antenatal Care yaitu untuk mendeteksi dan mengetahui sedini mungkin komplikasi yang mungkin terjadi pada saat kehamilan dan persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dan sikap ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Balla, kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu Analitik Observasional, dengan pendekatan Cros Sectional, jumlah populasi 68 dengan menggunakan rumus slovin, maka banyaknya responden yaitu 41 yang diambil dengan Purposive Sampling. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa dari 41 sampel, ibu hamil yang mayoritas berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 33 orang (80,5%), pendidikan rendah (≤ tamat SMP) sebanyak 8 orang (19,5%), sedangkan ibu yang memiliki sikap mendukung sebanyak 39 orang (96,0%), dan ibu hamil yang tidak mendukung sebanyak 2 orang (4,9%). Dari hasil analisis bivariat menunjukan tingkat pendidikan (  =0,662), dan Sikap ibu hamil (  =0,475). Kesimpulan bahwa pendidikan, dan sikap ibu hamil tidak berhubungan dengan kunjungan Antenatal Care. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan promosi kesehatan dan edukasi kesehatan khususnya kunjungan Antenatal Care kepada ibu hamil. Kata Kunci: Antenatal Care PENDAHULUAN Angka kematian ibu di dunia pada tahun 2015 adalah 216 per 100.000 kelahiran hidup atau diperkirakan jumlah kematian ibu sebanyak 303.000 kematian. Angka kematian ibu di Negara berkembang lebih tinggi dibandingkan dengan di Negara maju, yaitu 239 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan di Negara maju hanya 12 per 100.00 kelahiran hidup [1]. Di Indonesia angka kematian ibu melahirkan (MMR/Maternal Mortality Rate) menurun dari 390 pada tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 Di Provinsi Sulawesi barat dari tahun 2012 hingga tahun 2017 terdapat 153 - 185 Angka Kematian Ibu dari 100.000 kelahiran hidup penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) di Sulawesi barat disebabkan oleh kehamilan, persalinan, dan nifas tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh di setiap 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data angka kematian ibu di kabupaten Mamasa pada tahun 2016 sebesar 6 orang dari 2.885 kelahiran hidup atau 21 per 100.000 kelahiran hidup, dimana penyebab kematian terbesar adalah pendarahan (Syok hipovolemik) 5 orang, dan eklamsia 1 orang 6 kematian ibu hamil meninggal dalam masa kehamilan dan ada yang meninggal dalam proses persalinan. Menurut Profil Kesehatan Sulawesi Barat khususnya Kabupaten Mamasa mengatakan bahwa dari target 100% lulusan pendidikan yang diharapkan, hanya 40% masyarakat mamasa lulus dari SMA, dan