85 Pemanfaatan Gim Edukatif “I Can Do” Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Selama Pandemi The Utilization Of Educational Games "I Can Do" As An Effort To Improve Literacy During The Pandemic Chris Setiawan Adi Putra & Aninditya Sri Nugraheni* Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia Pos-el: adpchris0@gmail.com dan aninditya.nugraheni@uin-suka.ac.id Abstrak Melemahnya tingkat literasi di kalangan anak sekolah mengakibatkan melambatnya peningkatan literasi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa efektifkah seseorang dalam memanfaatkan media elektronik seperti aplikasi gim I Can Do” khususnya selama pandemi dalam rangka meningkatkan literasi. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang menghasilkan sebuah pernyataan bahwa aplikasi gim edukatif “I Can Do” mampu membangkitkan semangat anak dalam belajar khususnya selama masa pandemi sehingga budaya literasi yang telah dicita- citakan bangsa dapat mendekati tujuan utamanya. Kata kunci: literasi, gim edukatif, I Can Do Abstract The weakening level of literacy among schoolchildren has resulted in a slowing of the increase in literacy in Indonesia. The purpose of this research is to find out how effective a person is in utilizing electronic media such as the “I Can Dogame application, especially during the pandemic in order to increase literacy. The method used in this research is descriptive qualitative research which produces a statement that the educational game application "I Can Do" is able to arouse children's enthusiasm for learning, especially during the pandemic period so that the literacy culture that the nation has aspired to approach its main goal. Keyword: literacy; educative game; I Can Do PENDAHULUAN Literasi adalah kegiatan yang tertuju pada kegiatan menulis dan membaca. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan UNESCO pada tahun 2012, minat masyarakat Indonesia dalam membaca baru mencapai angka 0,001. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 1000 orang Indonesia hanya ada satu orang saja yang memiliki minat dalam membaca sebuah buku bacaan. Naskah Diterima Tanggal 14 Januari 2021Direvisi Akhir Tanggal 14 Januari 2021Disetujui Tanggal 27 Juni 2021 doi: 10.26499/mm.v19i1.3305