Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 5(2), Oktober 2020, 335-344 p-ISSN: 2502-647X; e-ISSN: 2503-1902 Saftia Aryzki & Amaliyah Wahyuni | 335 PENILAIAN DATA AWAL PENERAPAN BRIEF CONSELING FARMASIS DALAM PENINGKATAN PERILAKU, KEPATUHAN MINUM OBAT, HASIL TERAPI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DI RSUD ULIN BANJARMASIN Saftia Aryzki * , Amaliyah Wahyuni Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin *Email : saftiaaryzki.h@gmail.com Artikel diterima: 18 Juni 2020; Disetujui: 02 September 2020 DOI: https://doi.org/10.36387/jiis.v5i2.520 ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Sebanyak 1 milyar orang di dunia atau 1 dari 4 orang dewasa menderita penyakit ini. Bahkan, diperkirakan jumlah penderita hipertensi akan meningkat menjadi 1,6 milyar menjelang tahun 2025. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk umur ≥ 18 tahun Kalimantan Selatan dengan peringkat nomor 1 di Indonesia. Hasil ini meningkat dari data pada tahun 2013 prevalensi hipertensi sebesar 30,4% menjadi 44,1%. Perilaku pasien dengan menerapkan terkontrolnya tekanan darah pasien maka akan menignkatkan kualitashidup pasien. Tujuan dari penelitian adalah untuk menilai data awal penerapan efek brief counseling farmasis dalam peningkatan perilaku, kepatuhan minum obat, hasil terapi dan kualitas hidup pasien hipertensi di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuasi-eksperimental menggunakan two group dengan pengambilan data pasien secara prospektif dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria eksklusi adalah pasien dengan kondisi hamil, tuli dan tidak hadir pada kunjungan kedua. Pengumpulan data berasal dari rekam medis dan dilakukan dengan wawancara kemudian pengisian kuesioner. Data dianalisis dengan SPSS Versi 16. Hasil dari penelitian pada perilaku pasien kognitif (0,408), afektif (0,000), psikomotorik (0,240); kepatuhan (0,096); kualitas hidup (0,000); TD sistol (0,588) dan TD Diastol (0,626). Kata kunci: Hipertensi, Brief Counseling, Rumah Sakit ABSTRACT Hypertension is one of the deadliest diseases in the world. As many as 1 billion people in the world or 1 in 4 adults suffer from this disease.In fact, it is estimated that the number of hypertension sufferers will increase to 1.6 billion by 2025. Based on data from Basic Health Research (Riskesdas) in 2018, the prevalence of hypertension is based on measurement results for people aged ≥ 18 years in South Kalimantan, ranking number 1 in Indonesia. This result increased from the data in 2013 the prevalence of hypertension was 30.4% to 44.1%. Patient behavior by controlling the patient's blood pressure will improve the