KURVATEK Vol. 1, No. 2, November 2016, pp. 33 – 40 ISSN: 2477-7870 33 Received December 24, 2016; Revised February 28, 2017; Accepted May 5, 2017 SESAR KONTROL DISTRIBUSI ALIRAN AIR TANAH DI GUNUNGKIDUL BAGIAN UTARA, YOGYAKARTA Rizqi Muhammad Mahbub Jurusan Teknik Geologi & STTNAS Yogyakarta, Indonesia rizqi.geologi@sttnas.ac.id Abstrak Desa Mertelu dan Sambirejo Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah hidrogeologi zona air tanah langka. Daerah tersusun batu pasir dan batu gamping yang diduga sebagai potensi akuifer. Daerah penelitian bermaksud mengetahui faktor distribusi aliran air tanah. Metode yang digunakan antara lain observasi lapangan, 2 data bor, analisis kelurusan dari DEM, dan 2 sumur uji pompa. Dari data bor lapisan akuifer yang cukup tebal berkisar 3 meter hingga 6 meter dari masing-masing lokasi. Setelah dilakukan pumping test, dua lokasi sumur uji ini baik dalam ukuran debit 1,2-1,8. Pola kelurusan dari analisis DEM menghasilkan pola barat laut - tenggara dan timur laut-barat daya. Dua pola ini reaktivasi sesar mendatar menjadi sesar normal mengiri. Pola aliran air tanah mengarah ke zona sesar. Faktor yang mempengaruhi distribusi air tanah, selain litologi adalah sesar dan lipatan yang berasosiasi dengan rekahan. Rekahan-rekahan ini kemudian terhubung sehingga terbentuk porositas sekunder dan permeabilitas. Tipe akuifer di daerah penelitian adalah akuifer rekahan dan ruang antar butir. Kata kunci: air tanah, akuifer rekahan, Gunungkidul, kelurusan Abstract Mertelu and Sambirejo Village are a hydrogeology area of rare groundwater zone This research area is composed of sandstone and limestone estimated as aquifer potential. The research area purposed to understand factors of groundwater flow distribution. The method is used the field observation, with 2 well bores, lineament analysis of the DEM, and 2 pumping test of the well. From the drill data has a thick layer aquifer ranges from 3 meters to 6 meters from each location. After pumping test, two test well location is excellent in discharge sizes from 1.2 to 1.8. Lineaments pattern of image analysis (DEM) generates the patterns of the northwest - southeast and northeast-southwest. These two patterns of fault reactivation strike-slip into sinistral normal fault. Groundwater flow pattern leads to the fault zone. Factors affecting the distribution of groundwater, in addition to lithology are faults and folds associated with fractures. Many fractures is connected to form secondary porosity and permeability. Type of aquifers in the research area is fractured Aquifer and intergranular. Keywords: groundwater, fractured aquifer, Gunung Kidul, lineament 1. Pendahuluan Air merupakan kebutuhan utama dari sebuah daerah. Manusia bergantung pada keberadaan air atau sumber air untuk kelangsungan hidup. Di setiap daerah memiliki perbedaan kebutuhan, sehingga perlu adanya pengetahuan mengenai sumber air di suatu wilayah dengan kondisi geologis yang berbeda. Di wilayah Gunungkidul utara, air menjadi sangat penting bagi kegiatan rumah tangga dan pertanian. Di musim kemarau, warga sekitar kesulitan mendapatkan air, sedangkan di musim penghujan warga menggunakan air hujan yang ditampung kemudian dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing. Selain mendapatkan air untuk pertanian dari air hujan, juga perlu air untuk kebutuhan sehari-hari di rumah dari sumber daya air di sekitar itu. Keterdapatan air tanah dapat ditinjau dengan pengetahuan hidrogeologi setempat. Air tanah dapat masuk ke dalam pori-pori antar butir mineral, pelapukan batuan, dan rekahan di dalam batuan. Di wilayah Gunungkidul utara, Kecamatan Gedangsari dan Ngawen menurut pemerintah Gunungkidul, daerah tersebut termasuk daerah yang krisis air tanah atau langka air tanah. Secara geologis menurut Peta Geologi Regional Lembar Surakarta-Giritontro [7], daerah penelitian di Kecamatan Gedangsari tersusun atas batu pasir Formasi Kebobutak dan batu pasir tufan Formasi Semilir, sedangkan di Kecamatan Ngawen tersusun atas napal tufan Formasi Oyo dan batu gamping Formasi Wonosari. Kedua daerah ini terdeformasi struktur geologi cukup kuat, adanya lipatan sinklin dan antiklin berarah barat – timur, sesar