Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan 4 (1): 113 - 127
Copyright © 2019 Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan
Sejarah Kurikulum Pendidikan Islam di Brunei Darussalam
Aslan
1
, Suhari
2
1,2,
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia
Corresponding Author: Aslan, E-mail: aslanmarani88@yahoo.com
ARTICLE INFO
Article history:
Received
8 April 2019
Revised
25 May 2019
Accepted
1 June 2019
ABSTRACT
This artilce aimed to analyze of hisotorical Islamic education
curriculum in Brunei. This method used field of study or literature.
The result showed that Firstly, after Islam came to Brunei, the
education system was more in the direction of printing scholars.
Secondly, after the arrival of invaders in Brunei, Islamic religious
education has experienced dualism, but the curriculum from the
Britain has not received a warm welcome. Thirdly, Brunei's
independence was inseparable from the role of Britain, so education in
Brunei was inseparable from the influence of the educational
curriculum of the British nation.
Keywords: Islaimic Education Curriculum, Historical Education of Brunnei
Darussalam
DOI : https://doi.org/10.25217/ji.v4i1.448
Journal Homepage : http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/ji/
This is an open access article under the CC BY SA license
: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
PENDAHULUAN
Kurikulum pendidikan dalam sebuah negara dianggap penting, karena
kurikulum merupakan salah satu visi dan misi negara untuk memajukan
negaranya, karena tanpa kurikulum maka negara seperti halnya tidak memiliki
kompas sebagai penunjuk arah tujuan yang diinginkan. Namun, dalam
kenyataannya bahwa setiap kurikulum yang dijadikan acuan dalam sebuah
pendidikan tidak terlepas dari sejarah yang menaunginya di setiap negara,
seperti halnya dengan negara Brunei Darussalam.
Brunei berasal dari bahasa sansekerta “Varunai”, diambil dari kata
“Varunadvipa” yang artinya Pulau Kalimantan, sekaligus daerah Brunei berada
dikawasan Pulau Kalimantan. Brunei terletak di Barat Daya Pulau Borneo atau
Sabah. Pada awalnya Brunei adalah wilayah yang amat besar, tetapi sejak
adanya kedatangan penjajah sehingga Brunei menjadi negara yang begitu kecil.
Brunei berhadapan dengan Laut Cina Selatan yang berada di Serawak,
Malaysia distrik yaitu “Tutung, Belait, Temburong, dan distrik Brunei atau
Muara”. Jumlah jiwa yang ada di Brunei sekitar 66.000 jiwa dan 59% adalah
E-ISSN: 2548-7892 & P-ISSN: 2527-4449
Volume 4, Issue 1, June 2019
brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
provided by Portal Jurnal Online Institut Agama Islam Ma'arif Nahdlatul Ulama (IAIMNU)