Doi:xxx 34 KEPADATAN KEONG MAS (Pomacea Canaliculata) YANG TERDAPAT DI AREA PERSAWAHAN SELGAN RAYA KABUPATEN MUKOMUKO Elpuri Safitri 1 , Kasmiruddin 2* Tomi Hidayat 3 , Jayanti Syahfitri 4 , Meti Herlina 5 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu 2,3,4,5 * Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu * Coresponden Author : Kasmirgogo@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kepadatan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Yang Terdapat Diarea Persawahan Selgan Raya Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini dilaksanakan area persawahan Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko pada bulan Maret- April 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode survey langsung ke lokasi. dengan teknik pengambilan data menggunakan plot dan ukuran masing-masing plot 2 x 2 dengan jumlah plot 30, menggunakan metode Purposive Sampling kemudian dilakukan awetan basah untuk identifikasi di laboratorium. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan Ordo Mesogastropoda, famili (Ampullaridae). Dari hasil penelitian yang didapatkan nilai kepadatan keong mas (Pomacea canaliculata) yaitu 3,27 individu/m 2 . Sedangkan Faktor ekologi yang meliputi suhu air dan derajat keasaman. Suhu air pada daerah persawahan berkisar antara 27 0 C- 29 0 C, sedangkan derajat keasaman (pH) air diperoleh data yaitu 6-7. Kata kunci: Kepadatan Keong Mas (Pomacea canaliculata) PENDAHULUAN Sawah merupakan lahan usaha pertanian yang secara fisik memiliki permukaan rata, dibatasi oleh pematang, serta dapat ditanami padi, palawija atau tanaman budidaya lainnya (Handayani.,dkk (2016). Sawah digunakan untuk tanam padi karena sawah harus mampu menyangga genangan air yang dibutuhkan padi pada periode tertentu dalam pertumbuhannya.Organisme yang sering dijumpai pada area persawahan adalah ikan, katak, serangga, ular, kadal, dan beberapa spesies siput. Salah satu siput air yang sering ditemukan pada areal persawahan yaitu Keong Mas ( Pomacea canaliculata) (Riyanto, 2003). Keong mas merupakan siput air tawar yang bukan asli Indonesia, tetapi berasal dari Amerika Selatan. Keong mas dikenal pada tahun 1996 di Indonesia dengan sifatnya yang khas tahan terhadap kekeringan. Perpindahan dan penyebaran populasi keong mas dapat terjadi melalui transportasi perahu. Adanya sistem irigasi di Indonesia menyebabkan penyebaran keong mas menjadi mudah. Karena terbawa aliran air, akibat adanya penyebaran keong mas maka akan berdampak pada kerusakan pada tanaman padi. (Riyanto, 2004); Tomboku,.dkk 2013) JURNAL RISET DAN INOVASI PENDIDIKAN SAINS (JRIPS) Vol.xx No.xx (20xx) pp.xx-xx Email Jurnal:xxxxx/Available Online at :xx p-ISSN xxxxx, e-ISSN xxxxx