Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa (SENTRA) 2017 ISSN (Cetak) 2527-6042 eISSN (Online) 2527-6050 SENTRA 2017 V-1 KLASIFIKASI SISWA UNTUK MENINGKATKAN NILAI RATA-RATA KELAS MENGGUNAKAN METODE DATA MINING Langgeng Listiyoko* 1 , Rosalia Wati 2 , Achmad Fahrudin 3 1,2,3 STMIK Muhammadiyah Banten Kontak Person : Langgeng Listiyoko, Rosalia Wati, Achmad Fahrudin e-mail: langgeng.listiyoko@stmikmbanten.ac.id* 1 , rosaliawati@stmikmbanten.ac.id 2 , achmad.fahrudin@stmikmbanten.ac.id 3 Abstrak Heterogenitas pada sekelompok siswa dapat mempengaruhi tingkat pencapaian prestasi individu dan penilaian sekolah secara umum. Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk meningkatkan nilai rata-rata kelas/ sekolah adalah dengan mengelompokkan siswa dengan kesamaan tertentu. Kelompok yang terbentuk diharapkan tidak menimbulkan kesenjangan yang cukup jauh sehingga anggota kelompok memiliki potensi yang relatif sama. Dengan bantuan data mining clustering maka akan didapat paket kelompok siswa dengan kemampuan yang setara sehingga dapat diberikan penanganan yang terarah. Hasil penelitian secara detil akan memberikan informasi setiap individu mengenai clusternya berdasarkan hasil ujian terhadap sekelompok mata pelajaran utama dan kompetensi yang dilakukan pada satu waktu. Kata kunci: data mining, clustering, klasifikasi, cluster. 1. Pendahuluan Persaingan bisnis dalam dunia pendidikan salah satunya dapat ditunjukkan pada pencapaian nilai rata-rata mata pelajaran utama (sebagai item Ujian Nasional). Beberapa usaha khususnya berkaitan dengan teknis proses belajar mengajar dilakukan setiap institusi pelaksana pendidikan demi meningkatkan prestasinya. Sebab bukan tidak mungkin hasil pencapaian yang sempurna akan meningkatkan nilai jual institusi yang bersangkutan. Sistem informasi sebagai tools modern dapat diaplikasikan demi mendukung usaha peningkatan prestasi institusi pendidikan, dalam hal ini perolehan nilai rata-rata Ujian Nasional. Selain teknis operasional langsung dengan pemberian waktu belajar tambahan, materi latihan dan segala bentuk try out, dipandang perlu juga memperhatikan kondisi dan kemampuan setiap siswa. Sejumlah siswa yang terjebak dalam lingkungan yang kurang sehat dapat mempengaruhi daya belajarnya. Hal ini dapat dipahami jika siswa merasakan secara psikis kesenjangan yang cukup berarti di lingkungannya. Klasifikasi terhadap sekelompok siswa dianggap dapat memberikan kontribusi peningkatan pencapaian prestasi sekolah, yaitu dengan mengelompokkan siswa dengan kemiripan potensi dan kemampuannya sehingga muncul rasa percaya diri di setiap individu [1]. Data mining digunakan untuk melakukan pekerjaan klasifikasi dimaksud [12]. Dengan metode clustering maka akan didapat cluster yang mengelompokkan siswa dengan memperhatikan data histori perolehan nilai di tahun-tahun sebelumnya, test khusus berkaitan dengan minat dan potensi, attitude sehari-hari dan kegiatan penunjang yang diikuti (ekstra kurikuler). Perlu dikesampingkan variabel status sosial sebab hal tersebut dinilai subyektif dan tidak berpengaruh pada peningkatan prestasi siswa secara individu. Dalam penelitian ini siswa SD tahun ke-5 pada akhir semester kedua akan dilakukan peninjauan tren prestasi sejak tahun pertama. Hasil peninjauan ini selanjutnya dilakukan pengelompokan untuk menentukan sub kelas di tahun ke-6. Hal ini dinilai mampu memberikan proyeksi tentang langkah- langkah strategis pembelajaran demi mencapai hasil maksimal yang dapat dirasakan seluruh siswa dan sekolah pada umumnya. Pada sistem konvensional, penentuan sub kelas dapat dengan mudah dilakukan dengan pemeringkatan pada hasil ujian di tahun ke-5. Hal ini dipandang kurang representatif sebab adakalanya orang tua dan wali kelas hanya akan fokus di masa tersebut, jadi tidak merefleksikan prestasi siswa sesungguhnya. Tentu hal ini kurang baik sebab akan menimbulkan kesan siswa “instant”.