ISSN : 2615-1537 E-ISSN : 2615-2371 Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Volume 4 , Nomor 2, September 2021 67 REVIEW PERBEDAAN PERSEPSI MASYARAKAT PULAU BELITUNG TERHADAP IKAN CEMPEDIK (Osteochilus spilurus) Ardiansyah Kurniawan 1* , Ira Triswiyana 2 1 Jurusan Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung 2 Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan, Palembang * Email: ardian_turen@yahoo.co.id ABSTRACT Cempedik fish (Osteochilus spilurus) is a local fish of Belitung Island that has important economic value in East Belitung but not so in western Belitung. This difference is interesting to compare the perception of the people of West Belitung and East Belitung towards Cempedik Fish. The majority of people in both regions know and consume Cempedik fish. The difference occurs in the way consumers get to fish with the majority in East Belitung getting it from purchases, while most consumers in West Belitung get it from independent fishing. Cempedik consumption patterns are more influenced by the culture of the local community. Cempedik's fishing season in East Belitung is considered to be in the rainy season, while in West Belitung it is in the dry season. The ethno-technology of fishing in the two areas is also different from passive fishing gear in East Belitung and active gear in other areas. Exploitation in large numbers in East Belitung makes the community perceive a decrease in the size and number of Cempedik's catch from year to year so it needs to be domesticated. Keywords: Consumption patterns, Cempedik, ethnotechnology, local culture ABSTRAK Ikan Cempedik (Osteochilus spilurus) merupakan ikan lokal Pulau Belitung yang memiliki nilai ekonomis penting di Belitung Timur namun tidak sedemikian di Belitung bagian barat. Perbedaan ini menarik untuk membandingkan tentang persepsi masyarakat Belitung barat dan Belitung Timur terhadap Ikan Cempedik. Mayoritas masyarakat dikedua wilayah mengenal dan mengkonsumsi Ikan Cempedik. Perbedaan terjadi pada cara konsumen mendapatkan ikan dengan mayoritas di Belitung Timur memperoleh dari pembelian, sedangkan sebagian besar konsumen di Belitung barat mendapatkan dari penangkapan ikan mandiri. Pola konsumsi Cempedik lebih dipengaruhi oleh budaya masyarakat lokal. Musim penangkapan Cempedik di Belitung Timur dinilai pada musim hujan, sedangkan di Belitung barat pada musim kemarau. Etnoteknologi penangkapan kedua wilayah juga berbeda dengan alat tangkap pasif di Belitung Timur dan alat aktif di wilayah lainnya. Eksploitasi dalam jumlah besar di Belitung Timur membuat masyarakatnya menilai adanya penurunan ukuran dan jumlah tangkapan Cempedik dari tahun ke tahun sehingga perlu didomestikasikan.