113 | Handayani dkk./JBE 6(2) (2021) 113-121 JBE 6 (2) (2021) 113-121 BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi https://jurnal.unimor.ac.id/JBE/index Etty Handayani 1,* , Muhammad Burhanuddin Irsyadi 1,2 , Irfan Aris 1 , Riffa Leshia Muhvi Nur Alawiyah 1 , Nandini Ayuningtias 3 , Fany Permatasari 1 , Innaka Ageng Rineksane 1 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Jl. Brawijaya, Tamantirto, Kasihan, Bantul, 55676, D. I. Yogyakarta, Indonesia 2 Departemen PemuliaanTanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Jl. Flora, Bulaksumur, Depok, Sleman, 55281, D. I. Yogyakarta, Indonesi 3 Departemen Ilmu Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Jl. Flora, Bulaksumur, Depok, Sleman, 55281, D. I. Yogyakarta, Indonesia Email: etty@umy.ac.id DOI: https://doi.org/10.32938/jbe.v6i2.1179 Abstrak Kepel (Stelechocarpus burahol [Bl] Hook F. & Th.) merupakan buah asli Indonesia berbiji banyak dengan ukuran yang besar. Bagian buah yang dapat dikonsumsi hanya 49% dengan bagian lain berupa biji. Perbanyakan kepel secara konvensional masih sulit dilakukan dengan hasil yang rendah. Kultur endosperma secara in vitro adalah metode perbanyakan yang tepat untuk memperoleh tanaman triploid dengan buah tanpa biji. Sterilisasi merupakan tahap awal yang menjadi kunci keberhasilan kultur in vitro. Hingga kini belum dilaporkan metode sterilisasi endosperma kepel secara in vitro yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh metode sterilisasi eksplan yang tepat untuk kultur endosperma kepel. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2018 Januari 2019 di Laboratorium Kultur In Vitro, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan perlakuan berbagai konsentrasi bahan sterilan yang terbagi 8 aras: H2O2 (3%10’, 3%15’, 5%10’, 5%15’) NaOCl (5%5’, 5%10’, 10%5’, 10%10’) dengan 3 kali ulangan dan 3 sempel. Parameter yang diamati yaitu: persentase kontaminasi, browning, hidup, vitrifikasi, jenis kontaminasi, waktu kontaminasi dan waktu browning. Hasil penelitian diperoleh bahwa perlakuan NaOCl 10% selama 10 menit merupakan metode sterilisasi paling tepat dengan presentase ekplan hidup 44,44%, persentase eksplan vitrifikasi 66,66%, serta tidak terjadi kontaminasi dan browning. Kata Kunci: Clorox; Endospermaa; Hidrogen peroxida, Kepel; Sterilisasi Abstract Kepel (Stelechocarpus burahol [Bl] Hook F. & Th.) is an Indonesian original fruit with large seeds and only 49% of the fruit can be consumed. Conventional propagation of kepel is still difficult with low yields. Endosperma culture in vitro is an appropriate propagation method for obtaining triploid plants with seedless fruit. Furthermore, sterilization is an early stage to successful in vitro culture. Until now, the appropriate method of sterilization of endosperm kepel in vitro has not been reported. This study aims to obtain the appropriate sterilization method for endosperm culture kepel. This research was conducted in September 2018 - January 2019 at the Laboratory of In Vitro Culture, Faculty of Agriculture, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. This study used an experimental method arranged in a single factor Optimasi Sterilisasi Endosperma Kepel (Stelecthocarpus burahol [Bl] Hook F. & Th) Secara In Vitro