44 JURNAL ORTOPEDAGOGIA, VOLUME 7 NOMOR 1 JULI 2021:44 - 48 E-ISSN : 2528-2980 P-ISSN : 2355-1143 http://journal2.um.ac.id/index.php/jo FILE DITERIMA : 7 Des 2020 FILE DIREVIEW: 23 Feb 2021 FILE PUBLISH : 10 Jul 2021 Motor Modifkasi untuk Mendukung Mobilitas Kegiatan Perkuliahan Mahasiswa Tunadaksa Asrorul Mais, Inna Hamida Zusfndhana, Renalatama Kismawiyati IKIP PGRI Jember E-mail: asrorulmais.plb@gmail.com Abstrak: Tunadaksa merupakan merupakan keadaan rusak atau terganggunya tulang, otot, sendi maupun persarafan dalam fungsi yang normal, sehingga mengalam hambatan dalam hal mobilitasnya. Hambatan tersebut membutuhkan suatu alat atau teknologi asisitif untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut. PLB IKIP PGRI Jember mempunyai tiga mahasiswa tunadaksa yang membutuhkan suatu teknologi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas selama perkuliahan. Teknologi asisitif yang dibuat yaitu motor modifkasi roda empat yang mengakomodir kebutuhan mahasiswa tunadaksa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatasi hambatan mobilitas tunadaksa dan mendeskripsikan manfaat motor modifkasi roda empat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor modifkasi mampu membantu mobilitasnya. Subyek mengungkapkan bahwa motor modifkasi dapat digunakan di jalan lurus maupun berkelok, bisa mundur secara otomatis dan body motor bisa berdiri tegak sehingga memberikan rasa aman. Kata kunci: Motor Modifkasi; Mobilitas; Tunadaksa Abstract: Physical disability is a condition of damaged or disturbed bones, muscles, joints and nerves in normal function, so that they experience obstacles in terms of mobility. These obstacles require a tool or assistive technology to accommodate these needs. PLB IKIP PGRI Jember has three students with disabilities who need a technology to meet their mobility needs during lectures. The assistive technology made is a modifed four-wheeled motorbike that accommodates the needs of students with disabilities. The purpose of this study is to overcome the barriers to mobility of the quadriplegic and to describe the benefts of a four-wheel modifed motorcycle. The research method uses a descriptive qualitative approach. The results showed that the modifed motor was able to help its mobility. The subject revealed that the modifed motorbike can be used on straight or winding roads, it can reverse automatically and the motorbike body can stand upright so as to provide a sense of security. Keywords: Modifed Motor; Mobility; quadriplegic PENDAHULUAN Peranan teknologi asisitif sangat membantu untuk mendukung kegiatan yang dilakukan oleh disabilitas. Menurut Komalasari, dkk., (2017) teknologi asistif dapat membantu seseorang dengan hambatan fsik mampu untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Salah satu yang menggunakan teknologi asistif tersebut yaitu tundaksa. Tunadaksa menurut Somantri (2006) merupakan keadaan rusak atau terganggunya tulang, otot, sendi maupun persarafan dalam fungsi yang normal. Bilqis (2014) menyatakan bahwa perkembangan fsik tundaksa hampir sama dengan anak-anak pada umumnya, kecuali pada anggota tubuh yang mengalami kerusakan atau gangguan. Adanya gangguan atau kerusakan pada salah satu anggota tubuh tersebut akan dikompensasikan dengan anggota tubuh yang lain. Misalnya seseorang yang kehilangan kaki maka sebagai kompensasi fungsi tangan lebih dikembangkan (Pradipta & Dewantoro, 2019). Berdasarkan data yang diperoleh pada prodi PLB IKIP PGRI Jember, terdapat tiga mahasiswa yang mengalami disabilitas atau tunadaksa. Jenis tunadaksa yaitu amputi dengan kehilangan kaki. Kondisi objektif di lapangan menunjukkan bahwa ketiga mahasiswa tundaksa tersebut tidak mengalami hambatan dalam aspek koginitif, sosial maupun emosi. Hambatan yang dialami yaitu dalam hal fsk motorik sehingga kesulitan dalam mobilitas. Mobilitas merupakan kemampuan untuk berpindah atau bergerak dalam suatu lingkungan (Rahardja, 2010). Kemampuan mobilitas yang besar dalam segala aspek kehidupan merupakan dambaan setiap individu tidak terkecuali mereka yang berkebutuhan khusus. (Rahardja, 2010), menjelaskan bahwa manusia dapat bergerak sebab ada sendi, otot dan syaraf selaku komponen perlengkapan gerak. Jika salah satu komponen tersebut tidak berfungsi maka akan mempengaruhi organ gerak yang lain. Akibatnya menimbulkan hambatan mobilitas atau berpindah tempat (Fauziah & Pradipta,