E-ISSN 2654-5497 Journal On Education P-ISSN 2655-1365 Volume 01, No. 02, Februari, hal. 515-523 515 ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIK SERTA KEMANDIRIAAN BELAJAR SISWA SMP TERHADAP MATERI SPLDV Fauziah Hidayat 1 , Padillah Akbar 2 , Martin Bernard 3 1,2,3 IKIP SILIWANGI, JL.Terusan Jendral Sudirman, Cimahi Tengah, Kota Cimahi , Jawa Barat Fsamaniah151295@gmail.com Abstract Students' negative suggestions for mathematics make mathematics not so much liked and desired by students. Critical thinking ability is very important to have, because it can help us in thinking rationally in overcoming the problems we face. This study aims to analyze the independence of learning and critical thinking mathematically students at Al-Mukhtariyah Mande Mts. This study used descriptive qualitative method. Researchers act as observers, provide test questions and provide questionnaires to students. The instruments used are a description test and a learning independence scale. The study was conducted on class VIII students, namely in class VIII-B and VIII-D at the Al-Mukhtariyah Mande Mts. In class VIII-B, there were 25 students, 13 students were male and 12 were female students. In class VIII-D, there were 33 students, 15 students were male and 18 were female students. Researchers use indicators of critical thinking: interpretation, analysis, evaluation, drawing conclusions, explanations, independence. Based on the results of the description test, it was concluded that (1) students 'overall mathematical critical thinking ability was in the low category, (2) students' responses in solving critical thinking problems were still very low, (3) overall student learning independence was at a moderate level and students are not accustomed to using indicators of independence of learning correctly. (4) there is a close relationship between learning independence and students' critical thinking skills. Keywords: Critical thinking skills, learning independence, SPLDV. Abstrak Sugesti negatif siswa terhadap pelajaran matematika membuat matematika tidak begitu banyak disukai dan diminati oleh siswa. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dimiliki, karena dapat membantu kita dalam berpikir secara rasional dalam mengatasi permasalahan yang kita hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemandirian belajar serta berpikir kritis matematik siswa di Mts Al- Mukhtariyah Mande. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peneliti berperan sebagai observer, memberikan instrumen soal tes dan memberikan angket pada siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian dan skala kemandirian belajar . Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIII yaitu pada kelas VIII-B dan VIII-D di Mts Al- Mukhtariyah Mande. Pada kelas VIII-B yang jumlah siswanya 25 orang, 13 siswanya laki-laki dan 12 siswanya perempuan. Pada kelas VIII-D yang jumlah siswanya 33 orang, 15 siswanya laki-laki dan 18 siswanya perempuan. Peneliti menggunakan indikator berpikir kritis: interpretasi, analisis, evaluasi, penarikan kesimpulan, penjelasan, kemandirian. Berdasarkan hasil dari tes uraian diperoleh kesimpulan bahwa (1) kemampuan berpikir kritis matematik siswa secara keseluruhan ada pada kategori rendah, (2) respon siswa dalam menyelesaikan soal berpikir kritis masih sangat rendah, (3) kemandirian belajar siswa secara keseluruhan berada pada tingkat sedang dan siswa tidak terbiasa menggunakan indikator kemandirian belajar dengan benar. (4) terdapat hubungan yang erat antara kemandirian belajar dengan kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, Kemandirian belajar, SPLDV. Menurut Presseisen (Rochaminah, 2008), pengertian berpikir adalah aktivitas mental manusia dalam rangka memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, berpikir merupakan proses kognitif yang tidak dapat dilihat secara fisik. Pengertian berpikir dalam bidang matematika dikemukakan oleh Sumarmo (2008:3), yaitu melakukan kegiatan atau proses matematika (doing math) atau tugas matematik (mathematical task). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Journal On Education (Faculty of Education University of Pahlawan Tuanku Tambusai)