Analisis Tingkat Pengangguran di 25 Kabupaten Kota di Jawa Barat 2006-2009 Indra Yudha Mambea, Estro Dariatno Sihaloho, Jacobus Cliff Diky Rijoly Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Abstrak Dengan tingkat permasalahan kemiskinan yang tinggi di Jawa Barat menjadikan sebuah pertanyaan besar mengapa hal tersebut dapat terjadi. Hal yang paling mempengaruhi tingkat kemiskinan di Jawa Barat adalah tingkat pengangguran yang tetap cukup tinggi di Jawa Barat. Dengan tingkat pengangguran yang tinggi akan menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan masyarakat yang ada di Jawa Barat. Ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Jawa Barat. Salah satu hal yang paling yang mempengaruhi tingkat pengangguran tersebut adalah berapa besar tingkat penyerapan tenaga kerja dari setiap sektor atau lapangan pekerjaan utama di Jawa Barat. Penelitian ini meneliti bagaimana pengaruh beberapa lapangan pekerjaan utama terhadap pengurangan tingkat pengangguran seperti lapangan pekerjaan pertanian, industri manufaktur dan perdagangan. Penelitian dilakukan dengan cara Fixed Effect Model yang menunjukkan bahwa tingkat lapangan pekerjaan utama yaitu pertanian, industri manufaktur, dan perdagangan memiliki pengaruh yang negatif terhadap tingkat pengangguran di Jawa Barat atau dengan kata lain dengan meningkatnya atau meluasnya lapangan pekerjaan pertanian, industri manufaktur, dan perdagangan akan mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Barat. Keywords: Kemiskinan, Pengangguran, Fixed Effect Models Pendahuluan Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar yakni 43.021.826 jiwa (BPS Jawa Barat 2010), pastilah Jawa Barat tidak lepas dengan berbagai permasalahan seperti masalah sanitasi,masalah kesehatan, masalah pendidikan, masalah pemerataan pendapatan, masalah kemiskinan, masalah pengangguran , dan banyak masalah kependudukan lainnya. Masalah pengangguran merupakan masalah yang sangat krusial karena berdampak besar dan dapat menjadi pemacu atau penyebab terjadinya masalah yang lain di penduduk Jawa Barat. Dengan tingginya tingkat pengangguran akan menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat Jawa Barat yang rendah dan hal ini akan mendorong rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan masyarakat. Berdasarkan data BPS Jawa Barat 2010, Jawa Barat memiliki 4.852.520 jiwa masyarakat miskin dan tingkat pengangguran yang tinggi adalah salah satu penyebab dari tingkat kemiskinan tersebut. Pada tahun 2010, Jawa Barat memiliki angkatan kerja sebesar 18.981.260 orang dengan yang aktif bekerja sebanyak 16.901.430 jiwa dan sisanya adalah pengangguran sebesar 2.079.830 (BPS Jawa Barat 2010). Jumlah pengangguran ini adalah tingkat