TAALLUM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 06, Nomor 02, November 2018, Halaman 259-280 p-ISSN: 2303-1891; e-ISSN: 2549-2926 DOI: 10.21274/taalum.2018.6.2.259-280 NEUROSAINS DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Citra Trisna Dewi 1 , Nur Fitri Wulandari 2 , Ovi Soviya 3 Universitas Ahmad Dahlan citratrisna97@gmail.com 1 , nurfitriwulandari746@gmail.com 2 , ovisoviya@gmail.com 3 Abstrak: artikel ini membahas tentang neurosains dalam pembelajaran agama islam. Ilmu pengetahuan agama islam berkaitan dengan neurosains karena mempelajari tentang otak. Otak merupakan pusat kecerdasan manusia yang mengendalikan sistem saraf dalam menangkap suatu pembelajaran. Makin jelas tujuan pembelajaran pendidikan agama makin mudah pula pemilihan dan penetapan bahan dan metode penyampaiannya. Pendidikan Agama Islam melalui teori neuroscience dapat dilakukan dengan cara guru atau pendidik terlebih dahulu harus mengetahui dan memahami kinerja otak manusia, memperhatikan kerja alamiah otak peserta didik dalam proses pembelajaran, menciptakan suasana pembelajaran dimana peserta didik dihormati dan didukung, menghindari terjadinya pemforsiran terhadap kerja otak. setelah itu maka, guru PAI dapat menggunakan berbagai model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang menarik kepada siswa atau peserta didik. Dengan demikian maka siswa akan mengalami pengoptimalan fungsi otak secara baik dan benar sehinggga tujuan belajar dapat tercapai dengan baik. Kata kunci: otak, pembelajaran, tujuan