Volume 03 No.03 2021 186 Business Innovation and Entrepreneurship Journal (BIEJ) is published under licensed of a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. e-ISSN : 2684-8945 DOI : 10.35899/biej.v3i3.313 Pengaruh Creative Tourist Experience, Travel Motivation dan Perceived Risk Terhadap Revisit Intention Pada Wisata Edukasi Secara Virtual Novyta Putri Mayasari*; Yessy Artanti Jurusan Manajamen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya 60231 *novyta.17080574039@mhs.unesa.ac.id Abstract – The development of the progress of tourism potential is currently increasing with the emergence of tourist changes in attracting tourist. Tourism managers are required to be able to provide tourist comfort to maintain the popularity of tourism even during a pandemic. Some tourism managers during the pandemic offer virtual educational tours. This study aims to analyze the effect of creative tourist experience, travel motivation and perceived risk on revisit intention. This research uses non probability sampling and judgmental sampling method to target respondents. The respondent is someone who was visited the Surabaya Zoo virtually during the Covid-19 pandemic, with a vulnerable age of 13-50 years as many as 200 respondents. The data analysis technique used multiple regression. The results of this study indicate that creative tourist experience and travel motivation have significant effect on revisit intention. Meanwhile, perceived risk has no significant effect on revisit intention. Keywords : Creative Tourist Experience, Travel Motivation, Perceived Risk, Revisit Intention, Virtual. Abstrak – Perkembangan kemajuan potensi pariwisata saat ini terus meningkat dengan munculnya perubahan-perubahan wisata dalam menarik perhatian wisatawan. Pengelola wisata dituntut dapat memberikan kenyamanan wisatawan untuk mempertahankan popularitas wisata bahkan ketika pada masa pandemi. Beberapa pengelola wisata dimasa pandemi menawarkan wisata edukasi secara virtual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh creative tourist experience, travel motivation dan perceived risk terhadap revisit intention pada wisata edukasi secara virtual. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan judgment sampling. Responden adalah seseorang yang telah mengunjungi Kebun Binatang Surabaya secara virtual di masa pandemi Covid-19, dengan rentan usia 13-50 tahun sebanyak 200 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa creative tourist experience dan travel motivation berpengaruh signifikan terhadap revisit intention. Sedangkan perceived risk tidak berpengaruh signifikan terhadap revisit intention. Kata Kunci : Creative Tourist Experience, Travel Motivation, Perceived Risk, Revisit Intention, Virtual. I. PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor penunjang perekonomian Indonesia yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Industri pariwisata Indonesia menempati peringkat ke-9 di dunia dengan sektor yang tumbuh paling cepat versi The World Travel and Tour Council (WTTC)[1]. Keberadaan sektor pariwisata dapat memberikan multiplier effect pada sektor ekonomi, karena secara tidak langsung pariwisata akan mendorong tumbuhnya sektor-sektor lain yang berkaitan erat dengan pariwisata. Pada tahun 2020 peningkatan pendapatan devisa pada sektor pariwisata tidak mampu bertahan dengan stabil, hal ini disebabkan oleh kehadiran virus Covid-19 (Coronavirus Desease). Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global yang merubah tatanan kehidupan dalam aspek global mapun nasional serta menjadi cobaan terberat bagi sektor perekonomian Indonesia[2]. Menurut Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menilai akibat pandemi dan penutupan semua tempat rekreasi dan hiburan, mobilitas masyarakat menjadi terbatas sehingga berdampak besar pada perekonomian industri pariwisata[2]. Seiring berjalanannya waktu virus Covid-19 dapat dikendalikan, pada awal juni 2020 Pemerintah menerapkan kebijakan new normal (cara hidup baru di tengah pandemi berdasar pada protocol kesehatan) yang membawa dampak baik bagi sektor pariwisata di Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang dapat menstimuli wisatawan untuk berkunjung yaitu faktor psikologis (minat kepribadian, hobi, profesi, sikap, persepsi dan pemahaman terhadap lingkungan sekitar)[3]. Faktor yang kedua yaitu pengalaman yang akan mepengaruhi bagaimana mereka melakukan keputusan mengenai kegiatan pariwisatanya. Semakin pesatnya perkembangan wisata, destinasi pariwisata dihadapkan dengan persaingan yang cukup ketat. Destinasi wisata perlu meningkatkan loyalitas dari wisatawan agar tetap mengalahkan destinasi lainnya. Loyalitas merupakan kesetiaan seseorang dalam waktu yang lama, dimana