560 Pelacakan Kerusakan Akrosom Spermatozoa Domba Selama Proses Pembekuan dengan Teknik Histokimia Lektin (DETECTION OF ACROSOMAL DAMAGE OF RAM SPERMATOZOA DURING FREEZING PROCESS USING LECTIN HISTHOCHEMICAL TECHNIQUE) Lisa Dwi Fannessia 1 , Ni Wayan Kurniani Karja 1,2 , I Ketut Mudite Adnyane 3 , Mohamad Agus Setiadi 1,2* 1 Program Studi Biologi Reproduksi, Sekolah Pascasarjana, 2 Bagian Reproduksi dan Kebidanan, Departemen Klinik, Reproduksi dan Patologi 3 Bagian Anatomi, Histologi dan Embriologi, Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Jln Agathis, Kampus Dramaga IPB Bogor, 16680 Telp: 0251-8626460; Email: setiadi03@yahoo.com ABSTRAK Proses pembekuan dapat menyebabkan kerusakan pada membran plasma dan akrosom spermatozoa sehingga dapat menurunkan fertilitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerusakan akrosom selama proses pembekuan dengan menggunakan teknik histokimia lektin. Semen dikoleksi dari domba garut berumur 1-2 tahun, dua kali dalam satu minggu menggunakan vagina buatan. Segera setelah ditampung, semen dievaluasi karakteristiknya kemudian diencerkan dengan medium Niwa dan Sasaki Freezing (NSF). Semen dikemas di dalam mini straw (0,25 mL) dan diekuilibrasi pada suhu 4 o C selama dua jam. Straw kemudian dibekukan serta disimpan dalam tabung nitrogen/N 2 cair. Evaluasi karakteristik spermatozoa (motilitas, viabilitas, dan membran plasma utuh) dan status akrosom dilakukan selama proses pembekuan. Deteksi status akrosom spermatozoa diamati dengan menggunakan metode pewarnaan histokimia lektin yaitu metode Fluorescens isothiocyanate (FITC) dan Avidin-Biotin- Complex (ABC). Data karakteristik spermatozoa dan status akrosom spermatozoa dianalisis dengan sidik ragam. Persentase motilitas, viabilitas, dan membran plasma utuh spermatozoa sebelum pembekuan (83±2,7%; 88,8±2,6%; 88,2±3,7%) mengalami penurunan (P<0,05) setelah ekuilibrasi (71,0±4,2%; 84,2±5,0%; 76,2±1,3%) dan setelah thawing (40,0±3,5%; 61,08±3,3%; 51,2±10,4%). Persentase akrosom spermatozoa intak dengan metode FITC dan ABC selama proses pembekuan masing-masing adalah 93,63±2,73%; 88,04±3,2% dan 81,73±4,77% vs 94,54±0,26%; 88,17±0,38% dan 79,38±2,06%. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kualitas spermatozoa selama proses pembekuan. Lebih lanjut, status akrosom spermatozoa dapat dideteksi dengan baik menggunakan kedua metode pewarnaan histokimia lektin. Kata kunci: akrosom, spermatozoa, pembekuan, lektin ABSTRACT Freezing process in ram spermatozoa caused damage of the plasma membrane and acrosome that lead to the decrease of spermatozoa fertility. Research was conducted to evaluate acrosomal damage during freezing process using lectin histochemical technique. Semen was collected twice a week using artificial vagina from 1-2 years old Garut ram. Immediately after collection, characteristic of semen quality was evaluated then diluted with Niwa and Sasaki Freezing (NSF) medium. Semen was loaded into 0.25 mL mini straws and equilibrated at 4 o C for two hours. Straws were then frozen and stored in liquid nitrogen. Evaluation of sperm characteristic (motility, viability and plasma membrane integrity) and acrosomal integrity were done during the freezing process. Detection of acrosomal integrity was observed using Fluorescens isothiocyanate (FITC) and Avidin-Biotin-Complex (ABC) staining methods. Data of characteristic spermatozoa and acrosomal integrity were analyzed using ANOVA. Result of the experiments showed that the percentage of motility, viability and plasma membrane integrity of spermatozoa before Jurnal Veteriner Desember 2015 Vol. 16 No. 4 : 560-568 pISSN: 1411-8327; eISSN: 2477-5665 DOI: 10.19087/jveteriner.2015.16.4.560 Terakreditasi Nasional SK. No. 15/XI/Dirjen Dikti/2011 online pada http://ejournal.unud.ac.id/php.index/jvet.