E-ISSN: 2621-4695 Jurnal EK&BI, Volume 5, Nomor 1 Juni 2022 ISSN: 2620-7443 DOI 10.37600/ekbi.v5i1.489 145 DAMPAK KOMPENSASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA TENAGA HONORER Yoberth Kornelius 1 , Pricylia Chintya Dewi Buntuang 2 12 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tadulako email: yoberthkornelius63@gmail.com; pricyliabuntuang@gmail.com Abstract This study aims to analyze the effect of compensation and workload on job satisfaction of honorary workers at the Sulawesi River Region III Regional Office. This research method uses a quantitative approach. This research can be grouped into descriptive causal which aims to explain the influence of the relationship/causal between the research variables. The population in this study were honorary employees at the Regional Office of the Sulawesi River III, which amounted to 80 people. The entire population was sampled using a saturated sampling technique (census). This means that with this technique, the entire population is used as research respondents as many as 80 people. Data was collected through several stages starting from observation, questionnaires, and documentation. Furthermore, data analysis using multiple linear regression. The results showed that compensation and workload had an effect on job satisfaction of temporary employees at the Sulawesi River Region III Regional Office, with a large effect of 56.1%. Keywords: Compensation, workload, job satisfaction, employees. 1. PENDAHULUAN Tenaga kerja dalam suatu organisasi ataupun lembaga pemerintah sangat dituntut untuk memiliki kemampuan yang ditunjukkan secara profesional karena dengan demikian mereka diharapkan dapat menunjukkan suatu kinerja yang optimal. Optimalnya kinerja tenaga kerja atau pegawai yang dalam hal ini tenaga honorer sebagaimana dimaksudkan dalam penelitian ini sangat diperlukan untuk organisasi atau lembaga mereka bekerja. Tenaga kerja honorer tidak mendapat jaminan kesejahteraan sebagaimana pegawai negeri sipil, namun keberadaan mereka sangat penting dalam pekerjaannya. Ketidakhadiran fungsi dari tenaga kerja honorer, maka organisasi atau lembaga pemerintah yang membutuhkan jasa mereka akan mengalami kendala dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian keberadaan tenaga kerja honorer sangat penting dalam mendorong pencapaian tujuan organisasi. Selain itu organisasi juga harus cermat melihat sikap/perilaku pegawai terhadap pekerjaannya, karena dengan demikian organisasi dapat mendeteksi masalah kepuasan dan ketidakpuasan pegawainya. Organisasi atau lembaga pemerintah dipandang perlu memperhatikan kesejahteraan dari pegawainya, terutama tenaga kerja honorer karena ketidakpuasan ataupun kepuasan dapat dirasakan melalui sikap atau perlakuan organisasi terhadap keberadaan mereka. Setiap perlakuan organisasi menjadi penilaian bagi tenaga kerja honorer atas kepuasan dan ketidakpuasan. Kepuasan dan ketidakpuasan tenaga kerja dipersepsikan terhadap penerimaan apa yang dirasakan berdasarkan standar yang diinginkan, begitu pula sebaliknya [1]. Pemberian kompensasi diharapkan dapat memberikan kepuasan bagi pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya. Kepuasan yang dirasakan dapat berdampak pada hasil kerja. Untuk itu perlu memberikan motivasi melalui kompensasi. Kompensasi telah menjadi suatu hal yang harus diberikan kepada pegawai, terutama bagi tenaga kerja honorer. Adanya kompensasi