Jurnal Explore STMIK Mataram – Volume 8 No 2 Tahun 2018 ISSN: 2087-894 52 Perancangan Video Iklan Televisi Layanan Masyarakat "Ayo Berbelanja ke Pasar Tradisional" dengan Metode Live Shoot Ibnu Hadi Purwanto 1) , Anugrah Adhi Pratama 2) , Ahmad Nur Hanafi 3) , Zindy Abimanyu Risky 4) Universitas AMIKOM Yogyakarta 1) ibnu@amikom.ac.id 1) , anugrahadhi40@gmail.com 2) , nhahmad11@gmail.com 3) , abymanyu84279@gmail.com 4) Abstrak- Video iklan layanan masyarakat yang berjudul "Ayo Berbelanja Ke Pasar Tradisional" bertujuan untuk mengajak masyarakat agar berbelanja lebih sering ke pasar tradisional untuk membantu perekonomian masyarakat dan petani local, serta mengurangi import sayur dan buah dari luar negri agar harga stabil dan kualitas produk local tidak kalah bersaing dengan produk import. Pembuatan video iklan layanan masyrakat yang berjudul “Ayo Berbelanja Kepasar Tradisional” dilakukan dengan beberapa tahapan pengumpulan data, analisis, produksi, dan evaluasi .Tahap produksi dalam pembuatan iklan layanan masyarakat ini menggunakan adobe premiere pro cc untuk membantu proses produksi Berdasarkan hasil tes yang dilakukan kepada masyrakat, terlihat bahwa video iklan layanan masyarakat “Ayo Berbelanja Kepasar Tradisional“ mampu meningkatkan kembali minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional lagi Kata kunci: pasar tradisional, live shoot, cinematography 1. Pendahuluan Pasar tradisional merupakan tempat berbelanja yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Keberadaan pasar tradisional ini sangat membantu pemeritah daerah maupun pusat tetapi juga membantu masyarakat yang pekerjaannya bergantung pada kegiatan pasar yang didalamnya terdapat banyak peran penting dan berusaha mensejahterakan kehidupannya baik itu pedagang, pembeli, pekerja, pekerja panggul, petani dan sebagainya, dan merekalah adalah peran penting dalam eksistensi pasar tradisional yang ada diseluruh pelosok Indonesia Perkembangan zaman saat ini mengalami peningkatan, terutama perkembangan pasar modern menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, saat ini jumlah pasar modern yang ada diseluruh Indonesia mencapai 23.000 unit. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 14 persen dalam tiga tahun terakhir."Pasar modern ada 23.000 dan dari jumlah itu sebanyak 14.000 lebih di antaranya merupakan kelompok usaha minimarket, sedangkan sisanya adalah supermarket," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina di Jakarta, Kamis (7/8/2014). Perkembangan yang cukup signifikan, bahwa pasar modern dengan pertumbuhan yang tinggi yaitu 31,4% sedangkan pasar tradisional dengan pertumbuhan minus 8,1%. Pertumbuhan yang minus bisa diartikan bahwa setiap tahun terdapat penurunan jumlah pasar tradisional karena keberadaaanya tidak diminati oleh masyarakat (Lensa Indonesia, 2012). Hal itu membuat pasar tradisional sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh masyarakat karena pertumbuhan pasar modern yang sangat pesat dan perkembangan pasar modern tidak hanya didaerah kota saja, tapi sampai kepelosok desa yang ini sangat mempengaruhi minat belanja masyarakat di pasar tradisional menurun. Menurunnya minat belanja masyarakat di pasar tradisional inilah yang membuat bebrapa pasar tradisional mengalami pengurangan. Minat masyarakat yang cenderung berkurang untuk berbelanja di pasar tradisional menyebabkan jumlah pasar tradisional mengalami penyusutan. Dampak dari penurunan jumlah pasar tradisional diantaranya adalah semakin banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena tidak bisa lagi melakukan kegiatan jual beli dengan hasil yang memadai sebagaimana sebelum tumbuhnya pasar modern. Melihat semakin menurunnya jumlah pasar tradisional dan semakin banyaknya jumlah masyarakat yang kehilangan pekerjaan menyebabkan pemerintahan era tahun 2014 memiliki keinginan untuk membangun kembali pasar tradisional. Membangun pasar tradisional yang diminati oleh masyarakat juga bukan hal yang mudah mengingat persepsi masyarakat tentang pasar tradisional yang cenderung rendah khususnya dilihat dari lokasi pasar dan kondisi pasar. Pasar tradisional yang dibangun selayaknya untuk memiliki daya tarik sehingga mendorong masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar