Pengaruh Moral Reasoning dan Ethical Environment Terhadap Kecenderungan Untuk Melakukan Whistleblowing The Effect of Moral Reasoning And Ethical Environment On Tendency To Conduct Whistleblowing Muhammad Ahyaruddin *) , Mizan Asnawi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Riau, Indonesia *) email: ahyaruddin.muhammad@gmail.com Article Info Abstrak Article history: Received: Mei 2017 Accepted: Juni 2017 Published: Juni 2017 Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi faktor-faktor yang yang mempengaruhi kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada pengaruh penalaran moral (moral reasoning) individu dan lingkungan etis (ethical environment) organisasi terhadap kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing. Sampel penelitian ini adalah auditor BPKP Perwakilan Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA dan model analisis regresi berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral reasoning individu dan lingkungan etis organisasi tidak memiliki pengaruh terhadap kecenderungan individu untuk melakukan whistleblowing. Hal ini berarti bahwa kecenderungan untuk melakukan whistleblowing pada auditor BPKP perwakilan provinsi Riau tidak tergantung pada tingkat moral yang dimiliki maupun lingkungan etis organisasi dimana auditor bekerja. Abstract This study aims to investigate the factors that affect the tendency of individuals to conduct whistleblowing. In particular, this study focuses on the influence of individual moral reasoning and the ethical environment of the organisation on the individual's tendency to conduct whistleblowing. The sample of this research is BPKP auditor of Riau Province. This study used ANOVA test and multiple regression model to test the proposed hypothesis. The results showed that the moral reasoning of the individual and the ethical environment of the organisation had no effect on the individual's tendency to conduct whistleblowing. This means that the tendency to conduct whistleblowing to the BPKP auditor of Riau province representatives does not depend on the level of morale owned and the ethical environment of the organization in which the auditor works. Keywords: Moral Reasoning, Ethical Environment, Whistleblowing, Auditor BPKP PENDAHULUAN Jumlah kasus skandal keuangan yang terjadi beberapa tahun terakhir, baik yang terjadi pada perusahaan maupun pada organisasi sektor publik semakin meningkat. Di Indonesia, khususnya pada organisasi sektor publik, kasus kecurangan yang melibatkan kepala daerah sangat banyak terjadi. Kementerian Dalam Negeri mencatat selama tahun