Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol.15 No.3 Tahun 2015 Analisis Saluran Tataniaga dan Marjin Tataniaga Kelapa Dalam (Cocos Nucifera) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi PENDAHULUAN Agribisnis perkebunan memegang peranan penting dalam perkembangan perekonomian di Indonesia. Sektor ini menyediakan lebih dari 19,5 juta lapangan kerja bagi penduduk Indonesia. Selain itu sektor perkebunan juga menambah devisa Negara secara signifikan. Salah satu produk perkebunan yang telah dikenal lama oleh masyrakat Indonesia adalah tanaman kelapa. Kelapa dikenal sebagai tanaman yang memiliki seribu kegunaan. Bagian tanaman kelapa mulai dari ujung akar hingga ujung batang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dari kebutuhan rumah tangga hingga industri, sehingga kelapa juga dijuluki pohon kehidupan. Penyebaran kelapa di Indonesia hampir di seluruh wilayah, seperti di sebagian besar Pulau Sumatera, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo serta Pulau Kalimantan. Propinsi Jambi merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar dan terdapat perkebunan kelapa dari 11 Kabupaten/Kota yang menghasilkan kelapa di Propinsi Jambi dengan total produksi sebesar 105.255 ton dan produktivitas rata-rata sebesar 0.8 ton/ha. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1. Dari Tabel 1. terlihat bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan daerah penghasil kedua dibawah Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Untuk mengetahui luas areal tanaman menghasilkan dan jumlah produksi tanaman kelapa dalam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 1. Luas, Areal Produksi dan Produktivitas Tanaman Kelapa Dalam di Provinsi Jambi Tahun 2013. No Kabupaten Luas TM ( ha ) Produksi ( Ton ) Produktivitas (Ton/ha) 1 Batanghari 444 447 1,0 2 Muaro Jambi 650 629 1,0 3 Bungo 568 444 0,8 4 Tebo 846 557 0,7 5 Merangin 1.226 902 0,7 6 Sarolangun 373 316 0,8 7 Tanjabbar 38.546 50.494 1,2 8 Tanjabtim 44.527 51.441 1,1 9 Kerinci 58 22 0,4 10 Sungai Penuh 3 3 1,0 11 Jambi Kota - - - Jumlah 87.241 105.255 Rata-rata 7931 9568,64 0,8 Sumber : Data Statistik Perkebunan Angka Tetap. 2013 ANALISIS SALURAN TATANIAGA DAN MARJIN TATANIAGA KELAPA DALAM (Cocos Nucifera) DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI Siti Abir Wulandari 1 Abstract This research purposed to know about some marketing channel of coconut product and marketing margin of some coconut Middlemens in Tanjung Jabung Barat. The Middlemen type in this research was a sales agent that usually deal with a person that bought some coconuts directly from the farmer to be sale back to the further Middlemen type. Sampling method ( 42 Middlemens ) was conducted by multistage sampling, combining with a snowball sampling method. The result of this research indicated that there were two kinds marketing channel of coconut product in Tanjung Jabung Barat. The average farmer price was Rp. 1.199,- /unit and it shoud be traded of on Rp. 1.489,-/unit. So that the marketing margin of some coconut Middlemens in Tanjung Jabung Barat showed Rp. 234,-/unit coconut. Keywords: coconut, marketing, channel and margin 1 Dosen Fakultas Pertanian Universitas Batanghari 7 brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi (JIUBJ)