ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis, Vol. 24 No. 3 / 2021 Albertus Karjono: “Pengaruh Kinerja Lingkungan, Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan...” 316 PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN, UKURAN PERUSAHAAN, UMUR PERUSAHAAN DAN PROFITABILITAS TERHADAP PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016-2020 Albertus Karjono Institut Bisnis Nusantara karjono@ibn.ac.id ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kinerja lingkungan, ukuran perusahaan, umur perusahaan dan Profitabilitas terhadap pengungkapan lingkungan. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan periode 2016 – 2020 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengambilan data dengan metode purposive sampling, jumlah sampel penelitian sebanyak enam perusahaan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji statistik deskriptif, pengujian data panel, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Alat ukur yang digunakan untuk analisis ini adalah program Eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, variabel Kinerja Lingkungan dan umur perusahaan berpengaruh positif terhadap Pengungkapan Lingkungan. Sedangkan variabel ukuran perusahaan dan profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Pengungkapan Lingkungan. Kata kunci: Pengungkapan Lingkungan, Kinerja Lingkungan, Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas Perusahaan Latar Belakang Perusahaan sering kali menghadapi berbagai litigasi, terutama terkait kerusakan lingkungan seperti bencana alam, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem. Dampak lingkungan yang terjadi disebabkan oleh aktivitas perusahaan, sehingga masyarakat mengharapkan kepekaan dan kepedulian yang lebih besar. Perusahaan hanya peduli pada kepentingan pemegang saham tanpa memedulikan kepentingan masyarakat lainya. Kepentingan perusahaan dalam menumbuhkan perekonomian tidak dapat dilepaskan dari dampak negatif yang ditimbulkan dari kegiatan produksi, salah satunya pada bidang lingkungan yaitu rusaknya ekosistem akibat kegiatan produksi dan limbah produksi (Sari,Agustin,Mulyani,2019). Menurut data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) tahun 2013, sebaran permasalahan lingkungan di Indonesia dapat dilihat pada Gambar 1.1. Bagaimana sektor pertambangan mendominasi dengan rasio 24.3% berarti masalah lingkungan yang diakibatkan industri pertambangan perlu ditangani dengan serius. Tabel 1 Distribusi Masalah Lingkungan Sumber: https://www.walhi.or.id/ Perusahaan tidak hanya memiliki kewajiban ekonomi dan hukum kepada pemegang saham, tetapi juga memiliki kewajiban sosial kepada pemegang saham, dan nilainya lebih luas daripada kewajiban ekonomi dan hukum kepada pemegang saham. (Friedman,1982). Tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. Pemangku kepentingan melibatkan banyak aspek, yaitu pelanggan, karyawan, investor, pemasok, kreditur, masyarakat, pemerintah dan pesaing (Yuliana, at.all 2008). Pembangunan berkelanjutan suatu perusahaan tidak hanya bergantung pada laba perusahaan, tetapi juga pada tindakan nyata karyawan perusahaan dan masyarakat serta lingkungan eksternal perusahaan. Industrialisasi telah masuk ke Indonesia dan pencemaran lingkungan yang dihasilkan akibat pertambangan sudah pada