Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol. 8, No. 1, Januari 2022 p-ISSN : 2442-9511, e-2656-5862 DOI: 10.36312/jime.v8i1.2590/ http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME 427 | Analisis Manajemen Penanggulangan Covid-19 Pada Masyarakat Di Kecamatan Mpunda Kota Bima (Studi Kasus) (Mardian Andriani) Analisis Manajemen Penanggulangan Covid-19 Pada Masyarakat Di Kecamatan Mpunda Kota Bima (Studi Kasus) 1 Mardian Andriani, 2 A. Gafar Hidayat, 3 M. Fachrurrazi STKIP Taman Siswa Bima, Puskesmas Mpunda Kota Bima Article Info ABSTRAK Article history: Accepted: 18 November 2021 Publish: 01 Januari 2022 Kajian ini bertujuan mendeskripsikan potensi kearifan lokal Sasak sebagai basis pengembangan teks model untuk mendukung pembelajaran berbasis teks di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kajian difokuskan pada dua aspek utama, yakni: (1) genre teks pada pembelajaran di SMA, dan (2) potensi kearifan lokal Sasak sebagai basis pengembangan teks model untuk pembelajaran di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, workshop, dan FGD. Datanya bersumber dari guru-guru MGMP bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Barat. Analisis data dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip analisis kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian atau organisasi data, dan verifikasi atau interpretasi data. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, terdapat sejumlah genre teks pada pembelajaran di SMA, antara lain: (a) untuk kelas X: teks laporan hasil observasi (LHO), teks ekposisi, teks anekdot, teks cerita rakyat (Hikayat), teks negosisasi, teks biografi, teks puisi, dan teks debat; (b) untuk kelas XI: teks prosedur, teks ekplanasi, teks ceramah, teks cerpen, dan teks resensi; dan (c) untuk kelas XII: teks cerita sejarah, teks editorial, teks ulasan buku, teks artikel, serta teks kritik dan esay. Kedua, potensi kearifan lokal Sasak sebagai basis pengembangan teks model untuk pembelajaran di SMA, yaitu: (a) teks deskripsi: tradisi presean, Taman Narmada, Pantai Senggigi, Pantai Kuta, (b) teks negosisasi: sorong serah, bait janji, nunas panutan, (c) teks prosedur: begasingan, bedodot, perang topat, pelecing, (d) teks eksplanasi: merariq, pelayaran, gerah bulan, (e) teks cerita sejarah: Kerajaan Selaparang, Putri Mandalika, Dende Fatimah, (f) teks biografi: TGH Zainuddin Abdul Majid, TGH Alif Batu. Berdasarkan potensi tersebut dapat dikembangkan beberapa teks model, antara lain: teks biografi berjudul Muhammad Asegaf “Zainuddin Abdul Majid”, teks prosedur berjudul Membuat Cengeh Khas Lombok, dan teks LHO berjudul Tradisi Praq Api atau teks cerita fantasi berjudul Balang Kesimbar. Keywords: Covid-19 Countermeasure Management, Communnity Article Info Abstract Article History: Accepted: 18 November 2021 Publish: 01 Januari 2022 Kecamatan Mpunda merupakan salah satu wilayah dengan angka konfirmasi positif Covid-19 terbanyak dibandingkan dengan 4 kecamatan lainnya yaitu sebanyak 56 kasus. Penambahan kasus baru masih terus terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19, dimana masih ada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tanpa memperhatikan protokol pencegahan Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penanggulangan Covid-19 pada Masyarakat Di Kecamatan Mpunda Kota Bima (Studi Kasus). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang digunakan 140 orang dari 209 pasien Covid-19 dan 25 satgas Covid-19, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Analisis data menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu dari Miles Hubberman. Uji keabsahan data hasil penelitian dilakukan dengan uji credibility, transferability, dependability dan confirmability. Analisa hasil menggunakan Nvivo 11. Hasil penelitian menjelaskan bahwa data penanggulangan Covid-19 di Kota Bima belum optimal dilakukan. Hasil wawancara menunjukkan sebagian besar informan menyatakan tidak tahu kebijakan apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 dan upaya preventif berupa sosialisasi pencegahan Covid-19 dilakukan tidak pada seluruh lapisan masyarakat, dimana sosialisasi lebih banyak dilakukan melalui media massa, poster, spanduk maupun SK (surat keputusan) juga SE (surat edaran). This is an open access article under the Lisensi Creative Commons Atribusi- BerbagiSerupa 4.0 Internasional Corresponding Author: Mardian Andriani STKIP Taman Siswa Bima, Puskesmas Mpunda Kota Bima Email: mardianandriani280308@gmail.com