Djusmadi Rasyid / Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kemandirian Lansia di Kecamatan Wara Timur Kota palopo 400 Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kemandirian Lansia di Kecamatan Wara Timur Kota palopo 1 Djusmadi Rasyid, Email: djusmadi406@gmail.com Abstrak – Penelitian ini mengeksplorasi masalah yang berhubungan dengan faktor-faktor tentang kemandirian pada usia lanjut sesuai perubahan secara fisik dan psikisnya. Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya mengarah pada kemunduran kesehatan fisik dan psikis yang akhirnya akan berpengaruh juga pada aktivitas sosial mereka, sehingga secara umum akan berpengaruh terhadap kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini secara umum menganalisis faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kemandirian lansia di Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk kuantitatif menggunakan pendekatan tipe cross sectional.Hasil penelitian diperoleh karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan (56,7 %), umur ≥60 tahun (60,2 %) dan umumnya berpendidikan rendah yaitu 75,9%). Kondisi kesehatan lansia yaitu kesehatan baik (47,9 %) dan kondisi kesehatan kurang (52,1 %). Kondisi sosial lansia dalam keadaan baik 49 % dan tingkat hubungan sosial yang kurang yaitu 51 %. Kemandirian lansia didapatkan sebanyak 49 % lansia dengan kemandirian baik dan51 % lansia dengan kemandirian kurang. Hasil analisis bivarat terdapat hubungan antara faktor kesehatan (p=0,000) dengan kemandirian lansia dan terdapat hubungan antara faktor sosial (p=0,000) dengan kemandirian lansia. Disarankan Kepada lansia agar dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan teratur, praktisi kesehatan dan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang peran keluarga terhadap lansia dan pemerintah agar lebih memperhatikan lansia terutama yang berada dalam kemiskinan baik terhadap aspek pelayanan kesehatan maupun kebutuhan ekonomi lansia. Kata kunci: Kemandirian, Lansia. I. PENDAHULUAN Menurut Departemen Sosial Republik Indonesia dalam Hardywinoto dan Setiabudhi (2005), penurunan fisik, peran sosial dan psikis dapat mempengaruhi kemandirian lansia. Lansia yang mengalami penurunan fisik, sekaligus mengalami penurunan peran sosial dan psikis sehingga lebih tergantung kepada orang lain (tidak mandiri). Hal ini dapat dikatakan bahwa apabila keadaan fisik, psikis dan sosial lansia dalam keadaan baik atau tidak mengalami gangguan, maka lansia akan menjadi mandiri didalam hidupnya. Menurut teori Dorothea Orem dalam A. Aziz Alimul Hidayat (2004), yang dikenal dengan model self care menjelaskan bahwa bentuk pelayanan keperawatan dipandang dari suatu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dengan tujuan mempertahankan kehidupan, kesehatan, kesejahteraan sesuai dengan keadaan sehat dan sakit. Setiap manusia menghendaki adanya self care dan sebagai bagian dari kebutuhan manusia, seseorang mempunyai hak dan tanggung jawab dalam perawatan diri sendiri dan orang lain dalam memelihara kesejahteraan. Self care juga merupakan perubahan tingkah laku secara lambat dan terus menerus didukung atas pengalaman sosial sebagai hubungan interpersonal dan dapat mempengaruhi dalam perubahan konsep diri. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan salah satu staf pegawai dinas kesehatan kota Palopo yang membidangi kesehatan keluarga, mengatakan bahwa pada umumnya atau sebagian besar lansia di wilayah Kecamatan Wara Timur, kota Palopo mempunyai kemandirian dalam menjalani kehidupan yaitu kurang lebih 95 % mandiri dan kurang lebih 5 % dibantu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti personal hygiene, makan dan aktivitas lainnya. Maka peneliti tertarik ingin mengkaji beberapa faktor yang berhubungan dengan kemandirian lanjut usia, yaitu faktor kondisi kesehatan, baik fisik maupun psikis dan kondisi sosial lansia. II. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk kuantitatif menggunakan pendekatan tipe cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - Agustus 2016 di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat lanjut usia di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Tehnik penarikan sampel yaitu purposive sampling. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 261 orang. Sementara teknik analisis dan pengolahan data yaitu analisis univarat dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi antar variabel yang akan diteliti dan analisis bivarat yang dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel independen dengan variabel dependen dan bentuk uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji X2 (Chi-squere). III. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis variabel atau analisis univariat dilakukan untuk mendistribusikan responden berdasarkan variabel-variabel penelitian, yang. bertujuan untuk mengetahui sebaran frekuensi responden tersebut. Adapun hasil analisis univariat dari penelitian ini adalah sebagai berikut.