50 GAMBARAN SLEEP HYGIENE PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 3-6 TAHUN DI TK SANTA THERESIA CIMAHI Melindawati*, Linda Sari Barus**, Tina Shinta Parulian*** ***STIKes Santo Borromeus Jl.Parahyangan Kavling 8 Blok B No.1 Kota Baru Parahyangan Kec. Padalarang, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat 40558 Loversmelinda@gmail.com ABSTRAK Penelitian dilatarbelakangi adanya keluhan orang tua/wali anak prasekolah TK Santa Theresia yang mengatakan bahwa 8 dari 10 orang tua/wali sering mengikuti keinginan anak untuk menentukan waktu tidur sehingga tidak konsisten, 4 orang tua/wali mengatakan anaknya tidur malam dengan pencahayaan, 3 orang tua/wali mengatakan ada anak yang tidur bersama dengan binatang peliharaan. Tujuan penelitian adalah menggambarkan sleep hygiene pada anak prasekolah. Sleep hygiene adalah variasi praktik untuk mencapai tidur normal yang berkualitas dan kewaspadaan penuh disiang hari. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel sebanyak 110 orang tua/wali di TK Santa Theresia Cimahi dengan menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Children Sleep Hygiene Scale (CSHS) yang terdiri dari 6 sub variabel yaitu fisiologikal, kognitif, emosional, lingkungan, rutinitas waktu tidur dan kestabilan tidur. Nilai reliabilitas menggunakan alpha Cronbach adalah 0,749 yaitu reliabel. Hasil penelitian didapatkan bahwa pada sub variabel sleep hygiene didapatkan hasil sebagian responden 58 anak (52.7%) memiliki sleep hygiene baik dan 52 anak (47.3%) sleep hygiene buruk. Saran bagi orang tua/wali agar membatasi air mineral yang diminum oleh anak saat sebelum tidur. Kata Kunci : Sleep hygiene, anak, prasekolah PENDAHULUAN Anak usia prasekolah (3-6 tahun) membutuhkan tidur kurang lebih 11 jam sehari (Suririnah, 2010). Tidak semua anak usia prasekolah mampu memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur tersebut. Memasuki usia 3 tahun, kebutuhan tidur anak semakin berkurang secara bertahap, mereka jarang tidur siang (Suririnah, 2010). Balita usia 3-5 tahun dan anak usia 6 tahun memerlukan waktu tidur 10-12 jam per hari. Waktu tidur siang mereka makin lama makin sedikit dan umumnya pada usia 5 tahun, anak tidak lagi tidur siang (Benaroch, 2012). Tidur dapat mempengaruhi sistem imunitas anak, perkembangan fungsi hormon, metabolisme tubuh, sistem jantung dan pembuluh darah, serta proses belajar dan daya ingat (Sinarmawati, 2012). Aktivitas tidur berhubungan dengan