Sawala: Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Volume 3 Nomor 2 Desember 2022 Halaman 82-87 e ISSN: 2716-4705 82 Peningkatan Kualitas sebagai Modal Sosial Petani Kopi di Jawa Barat Bintarsih Sekarningrum 1 , Desi Yunita 2 , Wahyu Gunawan 3 123 Universitas Padjadjaran Article history Received : 20 Desember 2021 Revised : 24 Januari 2022 Accepted : 25 Mei 2022 *Corresponding author Email : 1 Bintarsih.sekarningrum@unpad.ac.id No. doi: 10.24198/sawala.v3i2.37271 ABSTRAK Artikel ini berangkat dari kegiatan pengabdian yang dilakukan. Diketahui bahwa gagasan sentral modal sosial tentang ikatan sosial berupa jaringan merupakan aset yang sangat bernilai – dasar bagi kohesi sosial karena mendorong iklim kerjasama untuk memperoleh manfaat. Ditengah pandemic covid yang melanda Indonesia beberapa waktu terakhir ini jaringan-jaringan petani kopi khususnya di jawa barat sedikit merenggang karena berbagai pengaruh. Oleh karena itu untuk Kembali memperkuat jaringan masyarakat petani kopi perlu dilakukan penguatan melalui peningkatan kualitas petani kopi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini penting, karena secara jangka panjang kualitas yang meningkat dan kekuatan jaringan yang terbangun tersebut akan meningkatkan NPT petani kopi,. Metode kegiatan ini adalah pelatihan dan presentasi, Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah masyarakat petani kopi khususnya yang tergabung dalam Lembaga masyarakat desa hutan Perhutani. Kata Kunci: Jaringan, kualitas, petani kopi, ABSTRACT Social capital's central notion of social ties in the form of networks is an invaluable asset – the basis for social cohesion because it fosters a climate of cooperation to benefit. In the midst of the covid pandemic that has hit Indonesia recently, coffee farmer networks, especially in West Java, have been slightly stretched due to various influences. Therefore, to re- strengthen the coffee farmer community network, it is necessary to strengthen it through improving the quality of the coffee farmers, this is considered important because in the long term the increased quality and strength of the network that is built in the long term will also increase the NPT of coffee farmers. The method of this activity is a trainer and presentation. The participants involved in this activity are coffee farmers, especially those who are members of the Perhutani forest village community institution. Keywords: Networking Quality, coffe farmers PENDAHULUAN Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan 6% dari produksi total dunia. Indonesia termasuk pengekspor kopi terbesar keempat di dunia dengan pangsa pasar berada disekitar 11% dunia (Sita and Rohdiana 2021). Selain dari keunggungal tersebut, Indonesia diketahui juga merupakan penghasil kopi Arabika terbaik dunia dan penghasil kopi Robusta terbaik kedua di bawah Vietnam (Rukmana 2014; Atmadji, Priyadi, and Achiria 2019). Selanjutnya, diketahui juga bahwa tingkat konsumsi kopi di Indonesia juga mengalami peningkatan dilihat dari bertambahnya sentra produksi kopi di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. Di jawa, kontribusi produksi kopi terbesar ialah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan Jawa Barat masih relatif lebih sedikit dibandingkan jateng dan jatim (BPS 2015).