74 DHARMASMRTI Vol. XVI Nomor 01 April 2017 : 1 - 122 Abstract Mabayuh Oton ceremony has several special functions that are first functioning religiously. This ceremony is one of the manusa yadnya ceremonies held in Bali which aims to free human beings from the shackles of Sad Ripu or the nature of the gamut brought from birth. After ma- bayuh oton has been executed, the bad traits will be controlled and emerging traits that are in accordance with the norms of moral Hindu religion and the basis of a holy life. Secondly, it serves as a form of local culture of the Balinese community which until now is still held. Third, This ceremony serves to the character building of children. According to the naturalistic view of the children character beside of being formed by the environmental factors, their character are also built innate factors. Keywords: Functional Aspects, Mabayuh Oton Abstrak Upacara mabayuh oton memiliki beberapa fungsi khusus yakni pertama berfungsi secara religi- us. Upacara mabayuh oton merupakan salah satu upacara manusa yadnya yang bertujuan untuk membebaskan manusia dari belenggu Sad Ripu atau sifat-sifat keraksasaan yang dibawa sejak lahir. Setelah mabayuh oton dilaksanakan maka sifat-sifat buruk akan bisa dikendalikan dan muncul sifat- sifat yang sesuai dengan norma susila agama Hindu dan landasan hidup yang suci. Kedua, berfungsi sebagai salah satu bentuk kebudayaan lokal yang dimiliki oleh masyarakat yang sampai saat ini upacara mabayuh oton masih dilaksanakan. Ketiga, berfungsi untuk pembentukan karakter anak. Sesuai pandangan naturalistik karakter anak selain dibentuk karena faktor lingkungan juga faktor bawaan sejak lahir. Kata kunci: Aspek Fungsional dan mabayuh oton ASPEK FUNGSIONAL UPACARA MABAYUH OTON Oleh: Ida Ayu Komang Arniati Universitas Hindu Indonesia e-mail: idaayuarniati@gmail.com I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti diketahui bahwa sumber utama aja- ran agama Hindu, sebagaimana diyakini oleh pa- ra pemeluknya adalah pustaka Suci Veda. Dipan- dang dari sumbernya, Veda terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu Veda Sruti dan Veda Smrti (Manavadharmasastra, II. 10 dan sloka Sa- rasamuccaya, sloka 37). Veda Sruti adalah ajaran-ajaran Hindu yang bersumber dari wahyu Brahman yang disam- paikan kepada para Maharsi India ribuan tahun yang lalu. Veda Sruti ini terdiri atas empat him-