Nurul, Chadijah, S., Ramadani, K. Waktu Dan Suhu Optimum Dalam Produksi Asam Oksalat (H2c2o4) Dari Limbah HVS Dengan Metode Peleburan Alkali Al-Kimia | Volume 5 Nomor 1 2017 | 39 Waktu Dan Suhu Optimum Dalam Produksi Asam Oksalat (H 2 c 2 o 4 ) Dari Limbah HVS Dengan Metode Peleburan Alkali Nurul, St. Chadijah, Kurnia Ramadani 1 Jurusan Kimia, Fakultas Sains Dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar Email: chadijah19@yahoo.com Abstract: Waste paper HVS can be used as raw material for the manufacture of oxalic acid containing 63 % cellulose. This study aims to determine the optimum time and temperature in the production of oxalic acid from waste paper with alkali fusion method. Oxalic acid can be made using an alkaline solution ( NaOH 40 % ) with multiple stages such as hydrolysis, filtration, precipitation with CaCl 2 , acidification with H 2 SO 4 and efflorescence. The time variation used are 60, 70, 80 and 90 minutes. While the temperature variation used is 75 o C, 90 o C, 105 o C and 120 o C. From the research that has been done by using waste paper as much as 15 grams of HVS, the optimum time is on the 70th minute and the fusing temperature obtained by the temperature of 105 o C. Weight of oxalic acid crystals obtained an average of 1.8043 g and yield of oxalic acid after permanganate test is obtained by 6.8537 %. Keywords: Oxalic acid, Smelting alkali, Waste paper HVS. 1. PENDAHULUAN Kertas dibuat dari berbagai jenis tumbuhan yang mengandung banyak selulosa Anna Poedjiadi (2006:27). Amilum atau selulosa terbentuk dari penggabungan molekul-molekul glukosa yang membentuk rantai lurus maupun bercabang dengan melepaskan air. Kertas menjadi salah satu sarana komunikasi secara nonverbal dalam berbagai sektor kehidupan.Indonesia yang penduduknya berjumlah 237.556.363 (BPS,2010) menjadikan negara tersebut konsumtif dalam pemakaian jumlah kertas, khususnya kertas HVS yang mengalami peningkatan yang cukup drastis karena yang dijadikan sebagai alat tulis menulis dalam sebuah instansi, perkantoran dan pendidikan. Pemakaian kertas yang setiap tahunnya meningkat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu semakin menumpuknya kertas bekas yang masih dipandang sebagai limbah lingkungan yang tidak berguna. Hal seperti ini berpotensi buruk bagi lingkungan dan juga pemanasan global yang bisa terus meningkat di akibatkan oleh asap yang dihasilkan dari limbah kertas yang dibakar. Limbah kertas HVS di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 50% setiap tahun.Tingginya jumlah limbah kertas HVS disebabkan produksi kertas HVS tidak sebanding dengan pengolahan limbah yang dihasilkan dari penggunaan kertas HVS.Hal ini dapat dilihat dari perkiraan produksi kertas yang mencapai 13.7 juta ton pertahun tanpa diiringi peningkatan pendaurulangan kertas(Wahyono,2001).Oleh karena itu perlu pengolahan lebih lanjut untuk mengurangi jumlah limbah kertas HVS serta meningkatkan nilai guna dari limbah tersebut.