MAJU, p-ISSN: 2355-3782 Volume 8 No. 1 Maret 2020 e-ISSN: 2579-4647 Page : 8-18 8 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS: DAMPAK PEMBELAJARAN TREFFINGER BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL Luluk Lailul Huda 1 , Ruhban Masykur 2 , Siska Andriani 3 1)Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jalan Endro Suratmin, Sukarame,Bandar Lampung 35133 2) Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jalan Endro Suratmin, Sukarame,Bandar Lampung 35133 3) Dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Jalan Endro Suratmin, Sukarame,Bandar Lampung 35133 Email: luluk.lailulhudah@gmail.com Abstrak: Kemampuan berpikir kritis matematis sangat penting saat pembelajaran. Khususnya pada bidang geometri. Tujuan dalam penelitian ini mengetahui analisis pengaruh pembelajaran Treffinger berbantuan media audio visual, terhadap kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimental Design, Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan uji Anova dan uji komparasi ganda menggunakan uji scheffe’. Pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Cluster Random Sampling. Pengumpulan data penelitian ini yaitu :Wawancara, Observasi, Tes, Dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini berbentuk tes.Untuk mengukur kemampuan berfikir kritis matematis. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Anova diperoleh nilai   > =  artinya terdapat pengaruh pembelajaran treffinger berbantuan media audio visual terhadap kemampuan berpikir kritis matemaris peserta didik. Adapun kesimpulan uji lanjut bahwa pembelajaran treffinger berbantuan media audio visual memberikan kemampuan berpikir kritis matematis yang lebih baik dibandingan dengan pembelajaran konvensional berbantuan media audio visual. Kata kunci :Treffinger, Audio Visual, Kemampuan Berpikir Kritis. PENDAHULUAN Di era 4.0 membuat hakekat menuntut ilmu menjadi bentuk kegiatan yang seharusnya setiap individu dalam mencukupi kebutuhan (Amalia, 2014; Ardi, 2015). Selain itu, usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan yang didapat dari lembaga formal maupun informal dalam membantu proses transformasi sehingga dapat mencapai kualitas yang diharapkan (Herlinda et al., 2017; Metro & Metro, 2020; Romadhon, 2018; Santi, 2019). Adapun dalam Pembelajaran sebagai proses interaksi dalam proses belajar yang terdiri dari semua komponen yang ada (Inah, 2015; Pane & Dasopang, 2017). Komponen pembelajaran tersebut diantaranya guru, siswa, materi, media, sumber belajar dan lingkungan (Hendarwati, 2013; Tafonao, 2018). Semua komponen tersebut harus dapat berinteraksi untuk bisa meraih tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan (Sesmiarni, 2016). Hal lain yang dibutuhkan dalam pembelajaran ialah kemampuan Berpikir secara kritis. Kemampuan berpikir kritis yang ditingkatkan dalam pembelajaran matematika supaya dapat membantu peserta didik dalam memahami ide-ide yang ada dalam matematika tersebut (Purnawanto, 2019; Purwanti, 2015; Siswono, 2016). Berpikir kritis juga disertai dengan alasan dan mengulas lagi segala sesuatu yang telah dihadapi secara matang sebelum mengambil suatu keputusan (Purwanti, 2015;). Berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, karena di masyarakat kita akan menemukan berbagai masalah yang perlu diselesaikan