Prosiding Seminar Nasional Volume 04, Nomor 1 ISSN 2443-1109 Halaman 1 dari 451 KARAKTER AGRONOMI KALUS BAWANG MERAH YANG ADAPTIF TERHADAP NaCl DAN PEG SECARA In Vitro (Characters of Agronomy Onion Callus of Adaptive Againts NaCl and PEG In Vitro) Rahman Hairuddin 1 , Suaedi 2 , Mayasari Yamin 3 , Sartia Hama 4 Universitas Cokroaminoto Palopo 1,2,3 rahmanhairuddin73@gmail.com 1 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk (1) memperoleh kalus bawang merah yang toleran terhadap salinitas dan PEG secara in vitro, (2) memperoleh konsentrasi NaCl sebagai agen seleksi cekaman salinitas dan PEG 6000 sebagai agen seleksi cekaman kekeringan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo dan berlangsung bulan Februari-Juni 2018 menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 10 perlakuan yaitu P 0 = kontrol (MS + 0 g NaCl + 0 g PEG), P1 = MS + 1.5 g NaCl + 1 g PEG, P2 = MS + 2.0 g NaCl + 1.5 g PEG, P3 = MS +2.5 g NaCl + 2.0 g PEG , P4 = MS + 3.0 g NaCl + 2.5 g PEG , P5 = MS + 3.5 g NaCl + 3.0 g PEG , P6 = MS + 4.0 g NaCl + 3.5 g PEG , P7 = MS + 4.5 g NaCl + 4.0 g PEG , P8 = MS + 5.5 g NaCl + 4.5 g PEG dan P9 = MS + 6.0 g NaCl + 5.5 g PEG. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat kalus bawang merah yang adaptif terhadap dosis NaCl dan PEG yaitu 3.5 g NaCl + 3.0 g PEG yang ditandai dengan tinggi kalus (1.72 cm) dan bobot (0.84 g). Namun, untuk parameter umur berkalus (7.50 HSS) dan bobot kalus (1.04 g) yang terbaik dihasilkan pada perlakuan P1 dengan dosis 1.5 g NaCl + 1 g PEG. Sehingga, konsentrasi NaCl dan PEG yang dapat digunanakn sebagai agen seleksi salinitas dan kekeringan yaitu 1.5 g NaCl + 1 g PEG 6000. Kata kunci: adaptif, bawang merah, in vitro, kalus, NaCl, PEG 1. Pendahuluan Bawang merah (Allium cepa) menurut sejarah awalnya tanaman ini memiliki hubungan erat dengan bawang bombay (Allium cepa L.), yaitu merupakan salah satu bentuk tanaman hasil seleksi yang terjadi secara alami terhadap varian-varian dalam populasi bawang bombay. Di Indonesia, bawang merah berkembang dan diusahakan petani mulai di dataran rendah sampai dataran tinggi. Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas sayuran ini termasuk kedalam kelompok rempah tidak bersubstitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta obat tradisonal. Selain itu, Komoditi ini juga merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah (Badan Litbang Pertanian, 2006).Sentra produksi bawang merah adalah Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Keempat provinsi ini memberikan kontribusi 85,33% dari total produksi bawang merah Indonesia (rata-rata produksi tahun 2011-2015). Komoditi ini berproduksi secara musiman tetapi permintaannya setiap tahun mengalami peningkatan karena salah satu kegunaannya digunakan pada hari-hari brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto...