Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Vol. 05 (06) 2021 | 947-958 https://doi.org/10.29244/jskpm.v5i6.902 HUBUNGAN EFEKTIVITAS KELEMBAGAAN PEMERINTAH DESA DENGAN TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI BAWANG MERAH The Correlation of Village Goverment Institutional Effectiveness with The Empowerment Level of Shallot Farmers Fitri Amalia Rizki 1 ), Lala M. Kolopaking dan Hana Indriana Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Darmaga Bogor 16680, Indonesia 1 ) E-mail: fitriamaliarizki23@gmail.com; Diterima: 04-01-22 | Disetujui: 19-01-22 | Publikasi online: 21-01-22 ABSTRACT This research was aimed to analyze the correlation of village goverment institutional effectiveness with the empowerment level of shallot farmers in Larangan Village, Larangan Regency, Brebes District. The research was conducted with survey technique involving 40 respondents interviewed with structured questionnaires. The results of this research showed that the effectiveness of village goverment institutional did not correlate with the empowerment level of shallot farmers. This is because the village government was still focused on carrying out the government function and less focused on strengthening empowerment and agricultural development. The effectiveness of village government institutions is seen by shallots farmers in the medium category, while the empowerment level of shallot farmers was in the low category. Although, shallot farmers in Larangan Village still continue the shallot farming activities is influenced by the cultural value factors. Key words: Farmers Empowerment, Institutional Effectiveness and Village Government ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan efektivitas kelembagaan pemerintah desa dengan tingkat keberdayakan petani bawang merah di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilakukan dengan teknik survei dengan melibatkan 40 responden yang diwawancarai dengan daftar pertanyaan terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas kelembagaan pemerintah desa tidak berkorelasi dengan tingkat keberdayaan petani. Hal ini akibat pemerintah desa masih berfokus pada menjalankan fungsi pemerintahan dan kurang berfokus pada penguatan pemberdayaan dan pembangunan pertanian. Efektivitas kelembagaan pemerintah desa dipandang oleh petani bawang merah berada pada kategori sedang, sedangkan tingkat keberdayaan petani bawang merah berada pada kategori rendah. Meskipun demikian, petani bawang merah di Desa Larangan masih tetap melanjutkan aktivitas bertani bawang merah yang dipengaruhi faktor nilai budaya. Kata kunci : Efektivitas Kelembagaan, Keberdayaan Petani dan Pemerintah Desa.