PENDUGAAN LAPISAN AKUIFER AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITY KONFIGURASI SCLUMBERGER DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA Nurwahida 1 , Hernawati 1 1 Jurusan Fisika UIN Alauddin Makassar E-mail: wahidahaider4.gmail.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kedalaman yang diduga terdapat akuifer air tanah dan pengaruh nilai tahanan jenis terhadap letak akuifer air tanah . Pengujian ini dilakukan dengan memanfaatkan sifat resistivitas lapisan batuan di dalam bumi dengan metode resistivity konfigurasi schlumberger yaitu dengan menginjeksikan arus listrik kedalam bumi lewat dua elektroda arus dan menghitung potensialnya dari kedua elektroda potensial. Jarak kedalaman yang dijangkau pada saat pengukuran adalah setengah dari jarak elektroda arus. Hasil pembacaan dari berbagai jurnal diperoleh pendugaan sebaran akuifer air tanah berada pada lapisan batu pasir yang penyebarannya berbeda disetiap lokasi penelitian diduga berada pada kedalaman >40m di wilayah Jayapura, >94m jorong Tampus Kangarian Ujung Gading, 30-90m kab. Jombang, 22-126m bandara Adi Soemarmo, 2-15 desa Sungai jati kalimantan Selatan, 10-59m desa Takuti kab. Banjar kalimantan Selatan, 127,76m wilayah Cepu Blora Jawa Tengah,6,5-40m desa Slamparejo Kec. Jabung Kab malang dan 1-22,30m kampus Tegal Boto universitas Jember. Semakin kecil nilai resestivitas lapisan batuan maka pendugaan ditemukannya akuifer air tanah semakin besar. Kata kunci : Air tanah, Akuifer, Geolistrik, Tahanan jenis. PENDAHULUAN ewasa ini pertumbuhan penduduk dan pembangunan semakin meningkat. Pertumbuhan penduduk dan kemajuan pembangunan menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan air bersih. Air adalah salah satu kebutuhan dasar semua makhluk hidup terutama bagi manusia. Sementara itu, kerusakan lingkungan dan pencemaran telah menyebabkan sumber air bersih di permukaan terus berkurang (Arif Budiman dkk, 2013). Peningkatan penggunaan air terkadang tidak disertai pengelolaan sumber air yang baru disebabkan kurangnya informasi mengenai potensi sumber air tanah. Potensi sumber air tanah berbeda-beda sesuai dengan kondisi geologi sekitarnya (Serli Birlina H dkk, 2013). Sebagian daerah terdapat PDAM yang selama ini diusahakan oleh pemerintah untuk mensuplai air bersih merasa kewalahan akibat permintaan yang terus bertambah. Agar kebutuhan akan air bersih baik kualitas maupun kuantitas terpenuhi maka diperlukan sumber air bersih lain berupa air tanah (Virman, 2014). Air tanah merupakan salah satu sumber kebutuhan bagi kehidupan makhluk 1 D