Jurnal MATEMATICS PAEDAGOGIC Vol II. No. 2, Maret 2018, hlm. 91 - 95 Available online at www.jurnal.una.ac.id/indeks/jmp 91 STRATEGI PENGAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENENTUKAN AKAR-AKAR PERSAMAAN KUADRAT Indah Purnama Putri 1 , Syamsudhuha 2 , Ihda Hasbiyati 3 Program Studi Magister Matematika, Universitas Riau Email: indahpurnamaputri20@gmail.com Abstract Roots of a quadrate equation 0 2 c bx ax can be determined by three methods, factorizing, completed quadrate, and quadrate formula. If the value of quadrate equation is bigger, the roots of a quadrate equation can be done by using quadrate formula because a bigger coefficient value is commonly difficult to be solved by factorizing. In this article, it will be discussed about other method to finish the roots of a quadrate equation, that is transformation method and method which involving the discriminant value of quadrate equation. Key words: Quadrate equation, equation of quadrate-root, and factorization. Abstrak Akar-akar persamaan kuadrat 0 2 c bx ax dapat ditentukan dengan 3 metode yaitu pemfaktoran, kuadrat sempurna dan rumus kuadrat. Apabila koefisien pada persamaan kuadrat bernilai besar, akar-akar persamaan kuadrat akan diselesaikan dengan menggunakan rumus kuadrat, karena koefisien yang besar biasanya sulit dilakukan dengan metode pemfaktoran. Pada artikel ini akan dibahas metode lain dalam menyelesaikan akar-akar persamaan kuadrat, yaitu metode transformasi dan metode dengan melibatkan nilai diskriminan persamaan kuadrat. Kata kunci : Persamaan Kuadrat, Akar-akar Persamaan kuadrat, Pemfaktoran Dalam menyelesaikan persa- maan kuadrat 0 2 c bx ax dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pemfaktoran, membentuk kuadrat sempurna, dan rumus kuadrat. Apabila dalam menentukan akar-akar persa- maan kuadrat tidak bisa dilakukan dengan pemfaktoran, atau koefisien- nya besar maka dalam menyelesaikan akar-akar persamaan kuadrat akan digunakan rumus kuadrat. Rumus kuadrat bukan satu- satunya cara dalam menentukan akar- akar persamaan kuadrat yang koefisiennya besar. Persamaan kuadrat masih dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep pemfaktoran, ataupun menggunakan konsep-konsep lain yang berhubungan dengan persamaan kuadrat dalam menye- lesaikan akar-akar persamaan kuadrat. Penyelesaian akar-akar persa- maan kuadrat salah satunya dikemukakan oleh William A. Donnel [1], memaparkan bahwa persamaan kuadrat dengan koefisien bulat dapat difaktorkan terhadap bilangan bulat,