485 ANALISIS KOMPARATIF STRUKTUR BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DAN JAGUNG MANIS (Zea Mays) (Studi Kasus di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis) COMPARATIVE ANALYSIS OF COST AND INCOME STRUCTURE OF HYBRID CORN AND SWEET CORN (Zea Mays) (Case Study in Buanamekar Village, Panumbangan District, Ciamis Regency) INDRA LESMANA 1 *, TRISNA INSAN NOOR 2 , DAN AGUS YUNIAWAN ISYANTO 1 ¹Fakultas Pertanian, Universitas Galuh Ciamis ₂Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran *E-mail : indralesmanazhu@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui Besarnya biaya yang dikeluarkan oleh petani, 2) Pendapatan di peroleh petani, 3) Perbedaan pendapatan petani jagung manis dan hibrida di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabaupaten Ciamis. Penelitian ini dilakukan mulai Januari hingga Juni 2020. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus di Desa Buanamekar. Jumlah petani jagung manis sebanyak 34 orang, dan jagung hibrida 61 orang. Biaya yang dikeluarkan dan pendapatan dengan cara menganalisa, penerimaan dan pendapatan. Menggunakan analisa uji-t beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukan: (1) Besarnya biaya pada usahatani jagung hibrida Rp 6.448.966,14, sedangkan jagung manis Rp 5.037.114,67, (2) Pendapatan usahatani jagung manis Rp 8.341.032,39, sedangkan pendapatan usahatani jagung hibrida Rp 1.541.238,77, dan (3) Terdapat perbedaan pendapatan yang sangat signifikan antara usahatani jagung manis dengan jagung hibrida di Desa Buanamekar Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Kata kunci: usahatani, jagung, biaya, pendapatan, perbedaan ABSTRACT This study aims to: 1) Knowing the amount of costs incurred by farmers, 2) income obtained by farmers, 3) Differences in income of sweet corn and hybrid farmers in Buanamekar Village, Panumbangan District, Ciamis Regency. This research was conducted from January to June 2020. The method used was the case study method in Buanamekar Village. The number of sweet corn farmers is 34 people, and hybrid maize farmers are 61 people. Costs incurred and income by way of analyzing, revenue and income. Using the t-test mean difference analysis. The results showed: (1) The cost of hybrid corn farming was Rp. 6,448,966.14, while sweet corn was Rp. 5,037,114.67, (2) The income of sweet corn farming was Rp. 8,341,032.39, while the income of hybrid corn farming was Rp. 1,541,238.77, and (3) There is a very significant difference in income between sweet corn farming and hybrid maize in Buanamekar Village, Panumbangan District, Ciamis Regency. Key words: farming, corn, cost, income, difference PENDAHULUAN Indonesia adalah negara agraris, yang hasil pertaniannya sangat diandalkan oleh negara. Tak hanya negara maritim yang dikenal dengan kepulauannya, Indonesia juga dikenal negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani atau bercocok tanam. Keberadaan petani sangatlah