JURNAL SAHABAT KEPERAWATAN ISSN: 2656 – 1115 Tersedia Online di: https://jurnal.unimor.ac.id/JSK Jurnal Sahabat Keperawatan, Vol. 2; No. 2; Agustus 2020 Page 33 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI CENTRO SAUDE-COMORO DILI, TIMOR-LESTE Abstrak Dulcia Reis Dos Santos 1) , Yusfina Modesta Rua 1) , Pius A. L. Berek 1) 1) Prodi Keperawatan Universitas Timor, Jl. Wehor Kabuna Haliwen Atambua Nusa Tenggara Timur. Post: 85711, Phone: 081239768266 Email yusfinarua@yahoo.com Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpanjan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi di Centro Saude – Comoro Dili Timor Leste. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif cross sectional dengan sampel sebesar 44 orang yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner yang berisi pertanyaan benar salah yang diisi oleh responden. Hasil penelitian ditemukan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pada kategori Baik, Cukup, dan Kurang berturut-turut 35%, 35% dan 30%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan cukup baik. Disarankan agar tetap diberikan pendampingan yang kontinu agar pelaksanaan imunisasi tetap sampai tuntas. Kata Kunci: tingkat pengetahuan, imunisasi LATAR BELAKANG Pengetahuan merupakan hasil “Tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga (Notoatmodjo, 2010 dalam Novitasari ). Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpanjan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang digunakan untuk merangsang pembentukan zat anti, yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntik seperti, vaksin Bacille Calmette Guerin (BCG), Difteri Pertusis dan Tetanus (DPT), Hepatitis B (HB), Campak dan Polio (Mahayu 2014). UNICEF mengeluarkan laporan terakhir dan menyebutkan bahwa 27 juta anak balita dan 40 juta ibu hamil di seluruh dunia masih belum mendapatkan layanan imunisasi rutin. Akibatnya, penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin diperkirakan menyebabkan lebih dari dua juta kematian terjadi setiap tahun. Angka ini mencakup 1,4 juta anak balita yang meninggal (Akmal dan dkk, 2016). Rata-rata angka imunisasi di Indonesia hanya 72 persen. Artinya, angka di beberapa daerah sangat rendah. Ada sekitar 2.400 anak di Indonesia meninggal setiap hari termasuk yang meninggal karena sebab-sebab yang seharusnya dapat dicegah. Misalnya Tuberculosis, Campak, Difteri, Pertusis dan Tetanus. Hal serupa juga hampir terjadi di negara Republik Democratica Timor-leste. Dari hasil studi awal yang diperoleh di Timor-Leste, khususnya di Centro-Saude Comoro Dili, Timor-Leste bahwa total anak yang mendapat imunisasi pada tahun 2017 ( Agustus, September, Oktober ), imunisasi BCG sebanyak 1.015 anak; imunisasi DPT 1 sebanyak 1.193 anak; DPT 2 sebanyak 1.170 anak; DPT 3 sebanyak 1.114 anak, Polio 0 sebanyak 848 anak; Campak (Sarampo) sebanyak 806 anak; imunisasi