5 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP - MADURA Jurnal “MITSU” Media Informasi Teknik Sipil UNIJA Volume 7, No. 2, Oktober 2019 e-ISSN 2685-9173 OPTIMASI MIX DESIGN K 350 PADA BETON PRECAST Kuncoro 1) , Koespiadi 2) 1 Universitas Narotama, kuncoro12@gmail.com 2 Universitas Narotama, koespiadi@narotama.ac.id ABSTRAK Saat ini harga semen semakin mahal. Kompetisi diantara produsen beton pracetak semakin Meningkat khususnya produksi box culvert. Keinginan sebagian besar pasar adalah box culvert Yang memenuhi standar strength/kekuatan yang denganpenekanan biaya produksi. Rekayasa Mix Design ini bertujuan untuk menurunkan semen content dan mempertahankan kekuatan Beton serta menurunkan biaya produksi. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan rekayasa Atau optimasi pada pemakaian semen konten dan subtitusi abu batu terhadap Pasir Lumajang Pada campuran beton K-350. Hasil penelitian yang paling efisien adalah menggunakan semen Sebanyak 325 kg, natural sand 530 kg, dust stone 230 kg, crushed stone 1-2 795 kg, crushed Stone 5-10 340 kg, air 83,51 liter, additive consol N15 4,6 liter. Efisiensi yang didapat dari mix Design tersebut adalah sebesar Rp. 47.692 ,-/m3. Kata Kunci : Cement Content, Mix Design, Box Culvert, Efisiensi ABSTRACT Currently the price of cement is getting more expensive. Competition among precast concrete producers is increasing, especially the production of box culvert. The desire of most markets is the culvert box that meets the strength / strength standard with the emphasis on production costs. Mix Design Engineering aims to reduce the cement content and maintain the strength of Concrete and lower production costs. This research was conducted by engineering or optimizing the use of content cement and rock ash substitution against Lumajang Sand K-350 concrete mix. The most efficient results were using cement as much as 325 kg, natural sand 530 kg, dust stone 230 kg, crushed stone 1-2 795 kg, crushed stone 5-10 340 kg, water 83,51 liter, additive Consol N15 4,6 liter. Efficiency obtained from the mix design is IDR 47.692, - / m3. Keyword : Cement Content, Mix Design, Box Culvert, efficient 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kebutuhan bahan bangunan untuk pekerjaan sipil terus meningkat, Dalam membangun suatu insfrasruktur pemerintahan, perkantoran swasta, ruko, perumahan, terus meningkat dan banyak yang menggunakan beton cor akan tetapi proses pengecoran dan percetakannya dilakukan di lokasi proyek. Seperti halnya pekerjaan pengecoran gorong-gorong/saluran bawah tanah. Masih kurangnya bahan bangunan yang terbuat dari beton yang siap pakai/dipasang di lokasi.Jenis pekerjaan yang telah di sampaikan di atas sudah sangat tidak effisien dan sudah di tinggalkan oleh negara maju, gorong-gorong sudah dikerjakan oleh perusahaan pabrikan, sehingga di lapangan sudah tinggal melakukan proses pemasangan, sangat menghemat waktu. Salah satunya banyak sekali sekarang bangunan yang menggunakan beton karena dari segi bahan mudah untuk di dapat dan dari harga jaga relatip sangat murah kualitas mutu beton .banyak sekali dalam melakukan proses pekerjaan pengecoran dilakukan di lokasi project dan sangat menganggu lokasi yang tidak semua memiliki lokasi yang luas untuk storage Beton Siap Pakai. Sehingga sangat perlu dilakukan penelitian masalah beton . 2. METODE PENELITIAN Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi persiapan material penyusun Beton, Mix Design beton, pembuatan benda uji dan tahap pengujian. 2.1 Persiapan Material Bahan utama untuk pembuatan beton pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Semen : yang digunakan adalah semen portland tipe I dengan merek dagang semen Holcim b. Air : yang digunakan dalam pembuatan beton adalah air bersih yang tersedia di Laboratorium Tanah dan Beton , PT CALVARY ABADI BETON, MOJOKERTO c. Agregat Halus : yang digunakan adalah pasir Lumajang. d. Agregat Kasar : yang digunakan adalah campuran antara kerikil batu pecah cruser CALVARY Mojokerto . e. Abu -Batu yang digunaka adalah sisa dari proses pemecahan batu . f. Additive yang digunakan adalah type G (Water Reducer High Early strength) merk Consol. 2.2 Mix Design Hasil test existing diharapkan melampui atau minimal sama denga yang sudah ada, karena apabila effisiensi cost pemakaian material tidak linier dengan strengh yang ada atau secar garis besar cost