169 UJI COBA ALAT PENGOLAHAN AIR SUNGAI DENGAN POMPA AERATOR DAN SARING SPONS UNTUK MEMPEROLEH AIR BERSIH YANG MEMENUHI SYARAT KESEHATAN Suprapto, TH.Teddy Bambang S, Riyanto Suprawihadi (*) *) Jurusan Kesling Kabanjahe Poltekkes Medan Abstrak Air sungai yang keruh dapat mengandung zat besi atau mangan dan bakteri E.Coli jika dikonsumsi manusia akan dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan penyakit seperti : Cholera, disentri , Tifus dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan alat pengolahan air dengan pompa aerator dan saringan spons untuk menghasilkan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan (Kekeruhan,warna,pH, zat besi (Fe), mangan (Mn) dan Total Hardnes (CaCO3). Jenis penelitian ini adalah eksperimental, dengan desain pre and postes control study”. Sampel air diambil dari sungai Deli Medan sebanyak 500 liter. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar awal dan akhir sebelum (Pre-test) dan setelah uji coba alat (Post-test) terhadap kekeruhan, warna,pH, zat besi (Fe) , mangan (Mn) dan Total Hardnes (CaCO3) sampel air sungai. Alat pengolah air terdiri dari 2 buah bak plastik volume 250 liter untuk wadah air sampel dan 2 buah drum plastik volume 40 liter untuk saringan spons dan 2 buah mesin blower serta 2 unit tempat penyangga drum plastik wadah sampel dan saringan saringan spons. Replikasi uji coba alat dilakukan sampai 3 (tiga) kali pengulangan. Pengolahan data dilakukan secara manual, data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan narasi.Analisa data dilakukan secara diskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas fisik air bersih untuk parameter warna rata-rata 4,9 TCU (memenuhi syarat) pada keceatan aliran 60 liter/jam, dan parameter kekeruhan tidak memenuhi syarat ( 40 mg/l); Kualitas kimia yang memenuhi syarat adalah pH = 6,8 dan Mn = 0,46 mg/l, parameter CaCO3 = 99,7 mg/l masih dibawah standar sedangkan yang tidak memenuhi syarat yaitu parameter Fe = 1,28 mg/l. Alat pengolah air sungai dengan aerator dan saringan spons dapat digunakan untuk mengolah air yang mengandung Mn dan CaCO3, dan Perlu penelitian lanjutan dengan variasi waktu aerasi > 15 menit dan waktu pengendapan > 30 menit. Kata kunci : Alat Pengolahan Air sungai, Aerator dan Saringan Spons LATAR BELAKANG Air merupakan unsur yang sangat vital bagi kehidupan makhluk hidup dimuka bumi ini.Tanpa makan manusia dapat bertahan hidup sampai 3-6 hari, namum tanpa air orang hanya bertahan hidup paling lama 3 hari. Dalam tubuh manusia terdapat sekitar 50- 80% terdiri dari cairan. Air digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya untuk minum, mandi, mencuci peralatan rumah tangga, mencuci pakaian, memasak, yang keseluruhannya itu merupakan kebutuhan pokok selain kebutuhan lainnya (misalnya : menyiram tanaman, mencuci kenderaan, membersihkan lantai, pendingin mesin, dan lainnya). ( Suyono,2012). Berdasarkan Millennium Development Goals (MDGs) proporsi penduduk di Indonesia yang mendapatkan sumber air bersih tahun 2008 sebesar 57,2%, ditargetkan pada tahun 2015 mencapai 67%. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas tahun 2013), proporsi rumah tangga di Provinsi Sumatera Utara yang memenuhi akses terhadap sumber air minum masih 66 %. Daerah-daerah yang belum mendapatkan pelayanan air bersih tersebut, penduduk biasanya menggunakan air sumur galian, air sungai yang kadang-kadang bahkan sering air yang digunakan kurang memenuhi standart air bersih yang sehat. Pemanfaatan air bersih untuk keperluan rumah tangga harus memenuhi persyaratan, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Parameter kualitas fisik air bersih menurut Permenkes RI No.416/Menkes/SK/XI /1990 adalah tidak berbau, tidak berasa, kekeruhan : 25 NTU. Parameter kualitas kimia tidak mengandung zat-zat yang bersifat racun dan kadar besi tidak melebihi 1,0 mg/L, mangan tidak melebihi 0,5 mg/L. Parameter kualitas mikrobiologi adalah untuk Total Coli-form adalah : 50 /100 ml sampel air. Untuk mengatasi masalah air keruh, pH, warna,total suspended solid (TSS), mengandung zat besi/ mangan dan bakteri pathogen (E.coli), maka dapat dilakukan salah satunya pengolahan air dengan pompa aerasi, saringan pasir dan arang kayu (BPPT, 1999). Penyaringan (filtrasi) air baku yang kotor melalui media saringan pasir, kerikil, arang kayu dapat