PROGRAM EDUKASI LINGKUNGAN HIDUP BAGI SISWA RA UNTUK MEMAHAMKAN KONSEP “KANG PISMAN” MELALUI KEGIATAN BERMAIN Dede Trie Kurniawan *1), Sri Maryanti 2) , Astri Yuliawati 3) , Nailah Tresnawati 4) 1),4) PGSD FKIP Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Email : dhe3kurniawan@gmail.com 2), 3) Program Studi Pendidikan Biologi FTK UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Email : sri.maryanti@uinsgd.ac.id Abstrak Sampah adalah masalah dunia. Perlu sebuah aksi pengurangan sampah dari hulu dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Berbagai macam sampah sebagai hasil samping kegiatan manusia terus diproduksi setiap harinya, maka Perlu adanya pembenahan budaya bagi masyarakat indonesia mengenai pengelolaan sampah plastik. Penanaman nilai kebersihan lingkungan terhadap anak sejak dini sangatlah penting, karena Anak-anak yang masih dalam tahap perkembangan berada pada proses imitasi dengan melihat apa yang orang dewasa di sekitarnya lakukan. Perlu dilakukan kegiatan edukasi lingkungan hidup mengenai gaya hidup bijak dalam penggunaan plastik melalui kegiatan mewarnai tas pakai ulang (Totebag) bagi anak anak. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai wahana edukasi lingkungan hidup dalam menanamkan sebuah gaya hidup “Zero Waste” melalui moto kang pisman (kurangi, pisahkan dan manfaatkan) kepada siswa RA disalah satu RA Kabupaten Bandung. Secara Garis besar Pelaksanaakan kegiatan ini dapat dikategorikan sukses dan berjalan dengan baik. Hal ini dapat ditunjukan dengan sebagian besar pemberian respon dari peserta siswa RA, Guru dan Kepala sekolah RA yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik karena dapat memberikan manfaat dan memperluas wawasan mereka selaku anggota masyarakat yang di lingkungan mereka terkenal selalu rawan kejadian banjir akibat penanganan sampah plastik yang tidak baik. Kata Kunci: Pendidikan Lingkungan Hidup, Pendidikan Anak Usia Dini, Diet Kantong Plastik Abstract Garbage is a world problem. Need an action to reduce waste from upstream with the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle). Various types of waste as a by-product of human activities are continuously produced every day, so there needs to be a cultural improvement for the Indonesian people regarding the management of plastic waste. Planting the value of environmental hygiene for children from an early age is very important, because children who are still in the development stage are in the imitation process by seeing what the adults around them do. It is necessary to conduct environmental education activities regarding wise lifestyles in the use of plastic through activities of coloring a reuse bag (Totebag) for children. This activity is intended as a vehicle for environmental education in instilling a "Zero Waste" lifestyle through the motto of Pisman (reducing, separating and utilizing) for RA students in one of the RA of Bandung Regency. Broadly speaking, the implementation of this activity can be categorized as successful and running well. This can be shown by most of the response from participants of RA students, Teachers and Principals of RA who revealed that this activity is very good because it can provide benefits and broaden their horizons as members of the community who are known to be prone to flooding due to handling plastic waste that is not good. Keywords: Environmental Education, Early Childhood Education, Plastic Bag Diet PENDAHULUAN Sampah adalah masalah dunia. Tidak hanya di kota-kota besar di dunia, tapi juga di Indonesia. Kalau kita hanya fokus pada penanganan di akhir, hanya masalah waktu untuk meledak. Justru yang penting adalah aksi pengurangan sampah dari hulu dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Masalah sampah seakan menjadi persoalan yang terus menyita energi untuk dapat diselesaikan. Berbagai macam sampah sebagai hasil samping kegiatan manusia terus diproduksi setiap harinya. Di pasar, industri, perkantoran, rumah tangga, bahkan di sekolah tidak luput dengan masalah sampah. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan yang sulit dihilangkan.Permasalahan mendasar dari masyarakat dalam membuang sampah sembarangan ini disebabkan karena selama ini masyarakat terlanjur berperilaku atau memiliki kebiasaan yang tidak benar dalam mengelola sampah. Dewasa ini plastik merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahan plastik disukai karena memiliki sifat praktis, mudah, dan kedap air, hal ini sesuai