JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(3), Oktober 2021, 1455-1458 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Batanghari Jambi ISSN 1411-8939 (Online), ISSN 2549-4236 (Print) DOI 10.33087/jiubj.v21i3.1736 1455 Evaluasi Suplementasi Indigofera zollingeriana Sebagai Sumber Green Protein concentrate terhadap Produksi Gas Metan, Amonia dan Sintesis Protein Mikroba Rumen Afzalani Afzalani*, R.A. Muthalib, Rahmi Dianita, Fachroerrozi Hoesni, Raguati Raguati, Endri Musnandar Fakultas Peternakan Universitas Jambi *Corresponding email: afzalani@unja.ac.id Abstrak. Penggunaan sumber protein murah, berkualitas, menghasilkan emisi metan dan ammonia rendah merupakan persyaratan yang perlu dipertimbangkan dalam sistim produksi ternak ruminansia. Adanya pelarangan penggunaan sumber protein yang berasal dari tepung ikan oleh Europe Commission, mendorong upaya eksplorasi sumber protein yang berasal dari tanaman untuk dapat digunakan sebagai sumber protein konsentrat yang dikenal dengan green protein concentrate.Tanaman Indigofera zollingeriana adalah leguminosa yang potensial untuk digunakan sebagai sumber pakan yang memiliki kandungan protein tinggi yakni sekitar 25-27%. Namun demikian, perlu dilakukan evaluasi mendalam terkait dengan sifat metabolismenya di rumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tanaman Indigofera zollingeriana (IZ) sebagai sumber suplemen green protein concentrate terhadap produksi gas metan, ammonia dan sintesis protein mikroba. Penelitian ini dilaksanakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan suplementasi I. zollingeriana (IZ) sebagai sumber green protein concentrate disusun sebagai berikut : R0 = Pakan dasar (60% hijauan dan 40% konsentrat + 0% IZ, R1; R0 + 10% IZ, R2; R0 + 20% IZ, dan R3; R0 + 30% IZ. Hasil penelitian mununjukkan bahwa suplementasi IZ nyata (P<0.05) meningkatkan produksi gas total, ammonia (N-NH 3 ), total volatile fatty acid (TVFA), metabolism energy (ME) serta berpengaruh nyata (P<0.05) menurunkan gas metan dan persentase gas metan. Sedangkan perlakuan R1 nyata (P<0.05) lebih tinggi dalam menghasilkan KcBK, KcBO, dan produksi protein mikroba (PPM). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sifat protein IZ memiliki ketahan yang rendah terhadap perombakan mikroba rumen, relatif rendah dalam menurunkan produksi gas metan. Suplementasi IZ sampai taraf 10% (R1) menghasilkan KcBK, KcBO dan PPM lebih tinggi. Perlu upaya proteksi protein asal IZ guna menekan perombakannya oleh mikroba di rumen. Kata kunci: Amonia; Gas metan; Indigofera zollingeriana; Protein mikroba; Suplementasi Abstract. The use of protein with low-cost, high quality, low methane, and ammonia emissions are a prerequisite as a protein source in ruminant. However, the European Commission has prohibited protein derived from fish meals for ruminant feeds. So encouraging efforts to explore the other protein sources to be most important. Most of the high protein legumes grow in tropical areas such as Indonesia and have the potential as an alternative protein source in ruminant feed, including Indigofera zollingeriana (25-27% protein content). But many browse legumes with high protein are a heterogeneous group of plants, with variable secondary metabolic content and rumen degradable protein. The aim of this experiment was to evaluate the characteristics fermentation of IZ as green protein supplement on in vitro methane, ammonia and microbial protein production. The experiment was a completely randomized design with four different level supplementation of Indigofera zollengeriana (IZ) as green protein concentrate and five replications. The treatment diets were R0; basal diet (60% forage + 40% concentrate) + 0% IZ, R1; R0 + 10% IZ, R2; R0 + 20% IZ, and R3; R0 + 30% IZ. The experiment result showed that supplemenatation of IZ was significant effects (P<0.05) to increase total gas, ammonia (N-NH3), total volatile fatty acid (TVFA), and metabolizable energy (ME) and significant effect (P<0.05) to decrease of methane and methane percentage. Supplementation IZ at a level of 10% was significantly higher for dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), and microbial protein production (PPM) than diets treatment of R0, R2, and R3. The experiment concluded that Supplementation of I. zollingeriana (IZ) was able to reduce the methane gas production. Protein characteristics of IZ have easily degradable by rumen microbe showed the ammonia production was linearly increasing by 45.66% for each increasing level of IZ supplementation. Microbial protein production was higher (184.33 mg/ml) obtained of IZ supplementation up to 10% (R1). The experiment suggests doing protected protein of IZ when be used as a protein source in ruminant diets. Keywords: Ammonia; Methane, Indigofera zollingeriana; Microbial protein; Supplementation PENDAHULUAN Ternak ruminansia memiliki kemampuan untuk mengkonversikan bahan pakan yang sedikit atau tidak bernilai sama sekali bagi manusia, menjadi bahan pangan yang berkualitas tinggi seperti daging dan susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi manusia (Broderick, 2017). Komposisi asam amino esensial dari daging dan susu yang yang diproduksi dari ternak ruminansia, menjadikan sumber protein tersebut sebagai tambahan yang berharga untuk suplai pangan manusia. Diperkirakan akan ada peningkatan permintaan protein ruminansia di masa depan. Peningkatan kemampuan produktifitas per ekor ternak melalui penggunaan sumber protein murah dan berkualitas akan dapat