Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.5 Mei 2015 (341-350) ISSN: 2337-6732 341 PENGARUH KUAT TEKAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANG Yohanes Trian Dady M. D. J. Sumajouw, R. S. Windah Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado Email : yohanesdady@yahoo.co.id ABSTRAK Balok beton bertulang sebagai elemen struktur cukup besar peranannya dalam memikul beban. Bila beban yang dipikul balok beton bertulang melampaui kapasitas lenturnya, maka balok akan mengalami keruntuhan. Digunakan balok berukuran (150150600)mm dengan desain tulangan tunggal 36 untuk pengujian kuat lentur, dan kubus berukuran (150150150)mm untuk pengujian kuat tekan. Kuat tekan yang direncanakan bervariasi mulai dari 20 MPa, 27.5 MPa, 35 MPa, dan 42.5 MPa. Dari hasil penelitian didapat kuat tekan rata-rata sebesar 19.84 MPa, 25.91 MPa, 36.02 MPa, dan 42.32 MPa. Kuat lentur rata-rata pada serat tekan (tegangan lentur beton) yang didapat dari setiap variasi kuat tekan rata-rata sebesar 12.66 MPa, 15.34 MPa, 19.18 MPa, dan 24.26 MPa. Untuk kuat lentur rata-rata pada serat tarik (tegangan lentur baja) adalah 348.76 MPa, 399.02 MPa, 464.69 MPa, dan 567.33 MPa. Hasil tersebut menunjukkan hubungan kuat tekan dan kuat lentur balok beton bertulang berkisar 2.84 sampai 3.73 yang didapat dari nilai f r /√  . Nilai tersebut diambil dari tegangan lentur yang terjadi pada bagian serat tekan balok (tegangan lentur beton). Kata kunci : Balok Beton Bertulang, Beban, Kuat Tekan, Kuat Lentur PENDAHULUAN Latar Belakang Beton bertulang merupakan kombinasi antara beton dengan baja tulangan. Beton mempunyai perilaku keruntuhan getas, yaitu keruntuhan yang terjadi secara tiba-tiba jika beban yang bekerja sudah melampaui kekuatan bahan, sementara baja mempunyai perilaku keruntuhan daktail, yaitu adanya peristiwa kelelehan sebelum bahan runtuh akibat pembebanan yang diberikan. Beton bertulang mempunyai sifat sesuai dengan sifat bahan penyusunnya, yaitu sangat kuat terhadap beban tarik maupun beban tekan. Beban tarik pada beton bertulang ditahan oleh baja tulangan, sedangkan beban tekan cukup ditahan oleh beton. Untuk menghasilkan beton yang berkualitas baik, perlu diperhatikan kuat tekan beton tersebut. Karena semakin besar kuat tekan beton, maka semakin baik juga kualitas beton tersebut. Kuat tekan beton (f’c) menyatakan kekuatan tekan luas bidang permukaan yang disyaratkan (dalam MPa). Struktur beton bertulang bangunan atau gedung biasanya menggunakan kuat tekan beton yang berbeda-beda, disesuaikan dengan perencanaan struktur masing-masing. Semakin berat beban yang akan dipikul oleh suatu beton bertulang, maka sebaiknya menggunakan kuat tekan beton yang semakin tinggi juga. Balok beton bertulang sebagai elemen struktur cukup besar peranannya dalam memikul beban. Bila beban yang dipikul balok beton bertulang melampaui kapasitas lenturnya, maka balok tersebut akan mengalami keruntuhan. Kuat lentur beton adalah kemampuan balok beton yang diletakan pada dua perletakan untuk menahan gaya dengan arah tegak lurus sumbu benda uji, sampai benda uji patah dan dinyatakan dalam Mega Pascal (MPa) gaya tiap satuan luas. Dalam hal ini balok beton bertulang diuji dengan memvariasikan kuat tekan beton. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kuat lentur balok beton bertulang dengan memvariasikan kuat tekan beton serta hubungan antara kuat tekan beton dan kuat lentur beton bertulang. Manfaat Penelitian Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa manfaat bagi perkem- bangan teknologi beton, antara lain untuk memberikan informasi tentang pengaruh kuat tekan beton terhadap kuat lentur balok beton bertulang. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by JURNAL SIPIL STATIK