106 Jurnal Komunitas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5, No. 1, Juli 2022, pp. 106-110 E ISSN 2021-6434 http://ojs.stiami.ac.id jurnalkomunitas1@gmail.com / jurnalkomunitas@stiami.ac.id Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Media Sosial sebagai Alat Pemasaran Melalui Pelatihan bagi UMKM Binaan Disparekraf DKI Jakarta Syubhan Akib * Program Studi Manajemen Komunikasi Institut STIAMI, Jakarta, Indonesia syubhanakib@gmail.com * *corresponding author PENDAHULUAN Saat ini, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia. Kemampuan berkembang UMKM memiliki peran signifikan dan menjadi salah satu indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hingga 2019, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) mencatat sampai 2019, UMKM di seluruh Indonesia sudah mencapai 65.465.497. Angka tersebut meliputi 64.601.352 usaha mikro, 798.679 usaha kecil, dan 65.465 usaha menengah. Dari jumlah tersebut, 119.562.843 tenaga kerja atau 97% dari total tenaga kerja yang ada di seluruh Indonesia mampu diserap oleh UMKM. Jumlah UMKM yang dominan ini sejalan dengan kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia yang telah mencapai 61,97% atau senilai Rp8.573,89 triliun. UMKM tercatat menghimpun 60,4% dari total investasi. Bila dibandingkan usaha besar, kinerja UMKM lebih baik menghasilkan tenaga kerja yang produktif, dan memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas. Salah satu kendala akselerasi UMKM di era Revolusi Industri 4.0 adalah minimnya pemahaman UMKM dalam memanfaatkan media sosial yang bisa digunakan untuk sarana pemasaran. Transformasi UMKM ke era digital sangat penting sebagai bentuk adaptasi UMKM pada perkembangan teknologi. (Kuncoro, M., 2002) Pemerintah memiliki target ada 30 juta UMKM telah masuk era digital pada tahun 2024. Sampai awal 2022 baru 19 juta UMKM yang sudah mengerti kegunaan dunia digital bagi keberlangsungan bisnis. Padahal di era digital, metode pemasaran mengalami perubahan signigikan, utamanya berkaitan dengan alat pemasaran, salah satunya media sosial. Pertumbuhan penjualan di platform digital dipacu oleh semakin berkembangnya teknologi ponsel dan media sosial. Menurut laporan Profil Internet Indonesia 2022 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tercatat 210.026.769 orang sudah terkoneksi internet dari total populasi 272.682.600 orang penduduk Indonesia di tahun 2021. Alasan menggunakan internet adalah untuk dapat mengakses media sosial, dengan 89,15 persen konten internet yang sering diakses responden adalah konten media sosial. ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords: Media Sosial; Pemasaran; Pelatihan; UMKM Currently, Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) have a major role in improving people's living standards and strengthening the Indonesian economy. In the era of the Industrial Revolution 4.0, the competitive ability of UMKM must be improved by mastering the use of social media as a marketing tool. The ability to use social media is important, especially for UMKM assisted by the DKI Jakarta Provincial Tourism and Creative Economy (Disparekraf) so that they can compete in the digital era. The purpose of this Community Service (PKM) activity is to provide knowledge about skills and the use of social media as a marketing tool for UMKM by conducting training and mentoring methods. The result of this activity is that UMKM are expected to be able to use social media as a product promotion tool in order to increase sales.