1 PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM STUDI ISLAM Ahmad Fathorrozi Magister Ilmu Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga I. Pendahuluan Kehadiran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw diyakini dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia yang sejahtera lahir dan batin. Petunjuk-petunjuk agama mengenai berbagai kehidupan manusia, sebagaimana terdapat di dalam sumber ajarannya, Alquran dan Hadis, tampak amat ideal dan agung. Keberadaan agama Islam bukan hanya sebagai agama monodimensi, bukan pula hanya agama yang didasarkan pada intuisi mistis manusia dan terbatas hanya pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Namun Islam mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, menghargai akal pikiran melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Kondisi ideal diatas jika dilihat secara teoritik nampak sangat sempurna, akan tetapi ketika dipadankan dengan realitas yang ada justru terkesan bertolak belakang, mengapa demikian? Karena hampir semua agama khususnya Islam dipandang hanya sebagai sebuah petunjuk doktrinal yang harus dipatuhi melalui ritual-ritual belaka, terbukti syiar keagamaan nampak semarak, rutin dan tanpa absen, tapi diluar itu tindakan asusila, kriminalitas, korupusi yang merajalela, pembakaran hutan, kekerasan antar pelajar, dan masih banyak lagi. Untuk menanggapi masalah ini tentu tidak serta merta harus diawali dengan tudingan ataupun menyalahkan fihak tertentu, karena jika terjadi justru akan memungkinkan adanya klaim kebenaran, apalagi agama sebagai pedoman suci harus menjadi kambing hitam atas segala persoalan yang muncul.