Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Malaysia sering sekali dihadapkan pada suatu kondisi dimana masyarakatnya saling berinteraksi baik dalam konteks kehidupan sosial, ekonomi maupun budaya. Disatu sisi, proses interaksi tersebut dapat mendatangkan kebermanfaatan bagi kedua belah pihak, namun disisi lain juga dapat mendatangkan dampak negatif, misalnya muncul gejala semakin memudarnya rasa cinta masyarakat akan bangsa dan negara Indonesia yang ditampilkan dalam sikap dan tindakan yang nyata seperti penggunakan lambang negara, lagu kebangsaan dan kecintaan akan produk Indone- sia yang semakin berkurang. Rasa kebangsaan atau nasionalisme pada masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan indikasi yang semakin pudar. Hal ini ditunjukan oleh beberapa hasil penelitian berikut: (1) Survey Media Group pada tanggal 1 Novemeber 2007 tentang persepsi masyarakat Indonesia terhadap Malaysia, 48 % mempersep- sikan sebagai ancaman, 34 % sebagai sahabat, 18 % tidak memberikan jawaban. Sedangkan perasaan publik terhadap Malaysia, 65 % biasa?biasa saja, hanya 25 % yang mengatakan tidak suka, 10 % tidak memberikan jawaban. Survei yang dilakukan oleh Media Group dilatarbelakangi oleh keadaan dan situasi yang berkembang dalam masyarakat di sebagian besar wilayah Republik Indonesia yang memberikan reaksi terhadap sikap Malaysia yang mengklaim beberapa karya budaya masyarakat Indonesia sebagai karya budaya Malaysia, seperti batik dan tarian reog. (2). Penelitian oleh Lemhannas tahun 2007 mengungkapkan tentang bagaimana sikap dan perilaku masyarakat di daerah penelitian berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, berpolitik dan bernegara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ideologi dalam kehidupan bermasyarakat rendah, dalam MODEL PEMBINAAN RASA KEBANGSAAN MELALUI CITIZENSHIP EDUCATION PADA MASYARAKAT ENTIKONG WILAYAH PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Mardawani, Agusta Kurniati Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Jl. Pertamina Km 4 Sengkuang Sintang Kalimantan Barat email: mardawani113@yahoo.co.id Abstract: This study is motivated by the condition of West Kalimantan as one of the provinces whose territory is directly adjacent to the Malaysian state is often faced with a condition of society interacting with each other in the context of social life, economy and culture. The qualitative assess- ment method with case study type. The model of fostering nationalism through citizenship educa- tion in Entikong society The border region of Indonesia Malaysia is a persuasive model by inviting the community to actively participate in the success of government programs. Keywords: coaching model, sense of nationality, citizen education Abstrak: Kajian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negara Malaysia sering sekali dihadapkan pada suatu kondisi masyarakatyang saling berinteraksi baik dalam konteks kehidupan sosial, ekonomi maupun budaya. Metode pengkajian menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Model pembinaan rasa kebangsaan melalui citizenship education pada masyarakat Entikong Wilayah perbatasan In- donesia Malaysia adalah model persuasif dengan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mensukseskan program pemerintah. Kata Kunci: model pembinaan, rasa kebangsaan, wilayah perbatasan 41 JIPPK, Volume 2, Nomor 1, Halaman 41-47 ISSN: 2528-0767 (p) dan 2527-8495 (e) http://journal2.um.ac.id/index.php/jppk brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang