J. Sains MIPA, Edisi Khusus Tahun 2007, Vol. 13, No. 1, Hal.: 21 - 25 ISSN 1978-1873 PENGARUH ARAH SUDUT DATANG MEDAN LISTRIK TERHADAP BERAT KERING, KANDUNGAN KARBOHIDRAT, DAN BENTUK SEL COCOR BEBEK (Kalanchoe pinata Pers.) Rochmah Agustrina 1 dan Roniyus MS 2 1 Jurusan Biologi, 2 Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung Jl. S. Brodjonegoro No.1 Bandar Lampung Email: rochmah@unila.ac.id Diterima 28 Agustus 2007, perbaikan 10 Desember 2007, disetujui untuk diterbitkan 27 Desember 2007 ABSTRACT The effect of electric field direction angle using of 6.666 V/m on the dry weight, carbohydrate content, and cell shape of cocor bebek (Kalanchoe pinata Pers.) has been studied. The angle directions used are 0˚, 45˚, 90˚, 180˚, and control. Each treatment unit is repeated five times and arranged in completely randomized design (CRD). The research is conducted for five weeks. The result shows that effect of electric field direction angle on the increase rate in dry weight can be observed after the plants are exposed to the electric field for 3 weeks. The highest increase rate in dry weight is obtained from electric field direction angle of 45˚ and the rate decrease with the time for all treatments. Carbohydrate content is measured in the fifth week of observation and the result shows that the electric field direction angle of 0˚ and 90˚ give the highest content. The best cell shape with pertinent cell wall is obtained from the plant exposed to the electric field with direction of 45˚, which is containing the lowest carbohydrate but having the highest increase rate in dry weight. Keywords: cocor bebek (Kalanchoe pinata Pers.), electric field, and direction angle of electric field 1. PENDAHULUAN Pemakaian hasil perkembangan teknologi yang sangat pesat dalam berbagai bidang dan kegiatan di masyarakat menyebabkan peningkatan kebutuhan terhadap pasokan listrik yang semakin tinggi tak dapat dihindarkan meskipun terdapat kekhawatiran dampak polusi instalasi listrik bertegangan tinggi terhadap kesehatan penduduk di sekitarnya. Sebagaimana diketahui bahwa di sekitar instalasi listrik selalu terdapat medan listrik dan medan magnet. Hasil suatu kajian menunjukkan bahwa keberadaan sumber pembangkit tenaga listrik di sekitar pemukiman dapat menyebabkan penduduk di sekitarnya menderita tekanan darah tinggi, muka pucat, dan dapat pula menimbulkan leukemia 1) . Namun demikian beberapa kajian terhadap kemungkinan adanya peningkatan kecenderungan terkena kanker pada individu yang terpajan medan magnet masih menunjukkan hasil yang kontradiksi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signfikan terhadap individu yang terkena pajanan medan magnet (dengan frekuensi 50 – 60 Hz) secara terus menerus dan kontrol 2-4) , namun penelitian lainnya menunjukkan hasil yang sebaliknya 5) . Berbeda dengan dampak polusi elektromagnet pada manusia, beberapa studi pada tumbuhan menunjukkan bahwa perlakuan medan listrik memberikan dampak positif terutama terhadap proses perkecambahan 6) dan bersifat tidak permanen (temporer) ketika diberi perlakuan medan magnet 7, 8) . Dari hasil pengmatan di laboratorium diketahui bahwa medan listrik dengan kekuatan 3.333 V/m mampu meningkatkan laju penambahan panjang pucuk, panjang akar, dan tinggi batang cocor bebek 9) . Dampak positif elektromagnetik pada tumbuhan diperoleh pula dari hasil perlakuan medan listrik terhadap pembentukan sel hipokotil 6) dan pembentukan senyawa bioaktif metabolit sekunder yang dapat meningkatkan respon pertahanan tumbuhan terhadap stres 10), . Adanya fenomena dampak positif elektromagnet terhadap tumbuhan ini memberikan harapan bahwa aspek elektromagnetik, seperti medan listrik, dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil dan pertumbuhan tanaman produksi 12) . Sebuah hasil studi menunjukkan pula bahwa banyaknya jenis tumbuhan di sekitar pusat pembangkit tenaga listrik dapat dimanfaatkan sebagai penyangga untuk menanggulangi pengaruh buruk medan magnet dari pembangkit tenaga listrik tersebut terhadap kesehatan manusia di sekitarnya 13)