Vol .7 No. 2 Tahun 2018
© 2018 The Authors. Published by Cano Ekonomos
PENGARUH KOMPETENSI DAN MOTIVASI AUDITOR TERHADAP KUALITAS
AUDIT PADA KANTOR INSPEKTORAT KABUPATEN ROKAN HULU
Sri Yunawati
Abstrak
This research aims to examine the influence of competence and motivation on the audit
quality of the inspectorate of the Rokan Hulu district, the general problem found in this research
is the audit findings detected by the inspectorate apparatus as the internal government auditor,
but found by the external auditor, ). Data were collected from questionnaires distributed from
respondents. The independent variables are competence (X1) and motivation (X2), while the
dependent variable is audit quality (Y). The data were analyzed by using multiple linear
regression, and hypothesis test that is F test and t test.
The result of the research in this research is that simultaneously by using F test, the
competence and motivation of the auditor have an effect on the quality of audit. While partially
using t test, auditor competence variables affect the quality of audits while auditor motivation
does not affect the auditor's motivation.
Keywords: Competence Auditor, Motivation Auditor, and Audit Quality
PENDAHULUAN
Tuntutan pelaksanaan akuntanbilitas
sektor publik terhadap terwujudnya goog
governance semakin meningkat.Tuntutan
ini sangat wajar, karena beberapa penelitian
menunjukkan bahwa terjadinya krisis
ekonomi terjadi karena buruknya
pengelolaan pememerintah.
Akuntabilitas sektor
pablikberhubungan dengan pihak
transparansip dan pemberian informasi
kepada publik dalam rangka pemenuhan
hak publik.Sedangkan good governance
menurut Word Bank didefenisikan sebagai
penyelenggara manajemen pembangunan
yang solid dan bertanggung jawab dan
sejalan denga prinsip demokrasi dan pasar
yang efeien, penghindaran alokasi dan
pencegahan korupsi baik secara politis
maupun administratif, menciptakan disiplin
anggaran, serta menciptakan kerangka
hukum dan politik bagi tumbuhnya
aktivitas usaha (Mardiasmo, 2005)
Menurut Mardiasmo (2005), terdapat
tiga aspek utama yang mendukung
terciptanya kepemerntahan yang baik (good
governance), yaitu pengawasan,
pengendalian, dan pemeriksaan.
Pengawasan merupakan kegiatan yang
dilakukan oleh pihak di luar eksekutif, yaitu
masyarakat dan dewan perwakilan rakyat
daerah (DPRD) untuk mengawasi kinerja
pemerintahan.Pengendalian (control)
adalah mekanisme yang dilakukan oleh
eksekusif untuk menjamin bahwa system
dan kebijakan manajemen dilaksanakan
dengan baik sehingga tujuan organisasi
dapat tercapai dengan baik.Sedangkan
pemeriksaan merupakan kegiatan yang
dilakukan oleh pihak yang memiliki
independen dan kompetensi propesional
untuk memeriksa hasil kinerja pemerintah
telah sesui dengan standar yang ditetapkan.