25
Rantai Pasok dan Sistem Logistik Udang Vaname di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan ..................... (Yusuf., et al)
Copyright © 2020, MARINA
RANTAI PASOK DAN SISTEM LOGISTIK UDANG VANAME
DI KABUPATEN PINRANG, PROVINSI SULAWESI SELATAN
Supply Chain and Logistic System of Vannamei Shrimp
in Pinrang Regency, South Sulawesi Province
*Risna Yusuf, Lathifatul Rosyidah, Achmad Zamroni, dan Tenny Apriliani
Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
Gedung BRSDM KP I Lt. 4
Jalan Pasir Putih Nomor 1 Ancol Timur, Jakarta Utara, Indonesia
Telp: (021) 64711583 Fax: 64700924
Diterima tanggal: 27 Desember 2019 Diterima setelah perbaikan: 28 Mei 2020
Disetujui terbit: 26 Juni 2020
ABSTRAK
Udang vaname merupakan salah satu komoditas unggulan budi daya di Provinsi Sulawesi
Selatan, khususnya di Kabupaten Pinrang. Secara umum, jenis udang yang dibudidayakan adalah
udang windu, vaname, udang putih, dan lainnya tersebut, mengalami penurunan produksi dari tahun
2014 sampai tahun 2016 sebesar 4,7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok
udang vaname, dan mengidentifkasi logistik udang vaname di Kabupaten Pinrang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sistem rantai pasok komoditas udang vaname di Kabupaten Pinrang memiliki tiga
tipe rantai pasok, yaitu tipe 1: pembudi daya udang skala tradisional – pedagang kecil – pengecer –
pasar; tipe 2: pembudi daya udang skala semi intensif – pedagang kecil – pedagang besar – Unit
Pengolahan Ikan (UPI); tipe 3: pembudi daya intensif – pedagang besar– UPI. Ketiga rantai pasok
tersebut memiliki nilai farmer share 80%, 94%, dan 90%, dan dikategorikan sebagai rantai pasok
yang efsien. Namun demikian, rantai pasok tipe 1 memiliki margin pemasaran terbesar dibanding
rantai pasok lainnya. Pada sistem logistik komoditas, biaya distribusi udang vaname masih tinggi
karena ketersediaan pasokan yang terbatas dan belum optimalnya sarana prasarana logistik seperti
infrastruktur, alat transportasi yang menyebabkan tingginya biaya distribusi udang di Kabupaten Pinrang.
Oleh karena itu, penerapan manajemen sistem rantai pasok pada kegiatan produksi, pemasaran,
penanganan pascapanen, transportasi dilakukan secara integrasi, sehingga dapat menjamin kelancaran
komoditas udang secara efektif dan efsien yang tercermin dari biaya logistik yang rendah, tepat waktu,
dan kualitas udang yang bagus.
Kata Kunci: rantai pasok; sistem logistik; udang vaname; Kabupaten Pinrang; Sulawesi Selatan
ABSTRACT
Vannamei shrimp is one of main commodities in South Sulawesi Province, especially in Pinrang
Regency. In general, the cultured species which are black tiger, vannamei, white shrimp, and other
shrimps, have been decreased in production by 4.7% during 2014 to 2016. The research aimed to
analyze the supply chain and logistic system of vannamei shrimp in Pinrang Regency. The research
found there were 3 (three) types of vannamei supply chain in Pinrang; type 1: traditional shrimp farmer –
middleman – retailer – traditional market; type 2: semi intensive shrimp farmer – small trader – supplier
– fsh processing unit (UPI); type 3: intensive shrimp farmer – supplier – fsh processing unit (UPI). The
farmer shares of each supply chain respectively were 80%, 94%, and 90%. These number indicated
that the supply chains were efcient. However, type 1 had the biggest margin compared with the other
types. On the other hand, the distribution cost of vannamei shrimp in Pinrang Regency were relatively
high due to its limited supply, infrastructure and transportation. Therefore, there should be integrated
management of supply chain in production, marketing, postharvest handling, and transportation to
*
Korespodensi penulis:
Email: risna.sujana@yahoo.com
DOI: http://dx.doi.org/10.15578/marina.v6i1.8494
BULETIN ILMIAH MARINA
SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/mra
p-ISSN: 2502-0803
e-ISSN: 2541-2930
Nomor Akreditasi: 10/E/KPT/2019
brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
provided by eJournal Badan Penelitan dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan