Asep Sukohar, Muhartono, Gigih Setiawan dan Chicy Widya Morfi I Pendidikan Kesehatan tentang Bahaya Rokok pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Bandar Lampung JPM Ruwa Jurai|Volume 3|2017|6 Pendidikan Kesehatan tentang Bahaya Rokok pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Bandar Lampung Asep Sukohar 1 , Muhartono 2 , Gigih Setiawan 1 , Chicy Widya Morfi 1 1 Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung 2 Bagian Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung Abstrak Saat ini Merokok sudah menjadi tren di kalangan pelajar laki-laki, terutama pada usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan diperkirakan korban tembakau di masa depan adalah mereka yang menggunakan tembakau. Anak-anak yang menjadi perokok yang hidup saat ini akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau di masa yang akan datang. Prilaku merokok sangat terkait dengan pengetahuan perokok akan bahaya rokok bagi kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk peningkatan pengetahuan dan perilaku siswa akan bahaya rokok. Pemecahan masalah yang diterapkan pada kegiatan ini mencakup penyuluhan menggunakan metode ceramah, leaflet, tanya jawab disertai pemberia pretes dan postes. Pengukuran status pengetahuan akan bahaya pada siswa dibagi menjadi 4 kategori diantaranya tidak paham, cukup paham, paham, dan sangat paham. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 20 September 2017 di SMPN 22 Bandar Lampung. Kegiatan penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan akan bahaya rokok pada anak sekolah ini diikuti oleh 80 orang siswa. Setelah mendapatkan penyuluhan tentang materi pendididkan kesehatan tentang bahaya rokok, maka pengetahuan siswa-siswa SMPN 22 Bandar Lampung sebagai kelompok berisiko menjadi meningkat. Penyuluhan berkelanjutan, Pemasangan Banner di sekolah serta konseling mengenai bahaya menjadi perokok aktif maupun pasif terus dilakukan guna lebih meningkatkan pengetahuan dari siswa. Kata kunci: Bahaya rokok, Pendidikan Kesehatan, Remaja SMP. Health Promotion of Cigarette Hazards to Students State Junior High School 22 Bandar Lampung Abstract Smoking cigarette nowdays already become new trend among male students, especially at the age of junior high school (SMP) and is expected tobacco victims in the future are those who use tobacco. Children who become smokers living today will die in the future. The purpose of this activity is to increase the knowledge and behavior of students about the dangers of smoking. Problem solving applied to this activity includes counseling using lecture method, leaflet, question and answer with pre test and post test. Measurement of knowledge status of hazards on students is divided into 4 categories such as not understand, understood, understand, and very understand. Health promotion was held on 20 September 2017 at SMPN 22 Bandar Lampung. Extension activities on health promotion about the hazardous of smoking in school children is attended by 80 students. After getting counseling about health promotion material about the dangers of smoking cigarettes, the result of this health promotion is the knowledge of the students of SMPN 22 Bandar Lampung as a risk group is increasing. Continuing health promotion, banner installation in schools and counseling on the dangers of active and passive smokers continue to be done to further improve the knowledge of students. Keywords: Cigarette Hazardous, Health Promotion , Junior High School Grade Korespodensi: Gigih Setiawan, alamat Jl. Puri Kelana Blok FF No 5 Way Halim, HP: 081381262100, e-mail: drgigih88@gmail.com. Pendahuluan Fenomena merokok sekarang ini sudah menjadi tren di kalangan pelajar laki-laki baik siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah menengah Atas (SMA), bahkan siswa Sekolah Dasar (SD) pun sudah ada yang mencobanya menurut hasil riset kesehatan dasar tahun 2013. 1 Ada beberapa siswa yang nekad melakukan merokok di sekolah sekalipun larangan merokok di sekolah sudah dilakukan secara ketat. Diantara para remaja yang merokok tersebut, sekitar 25% merokok pertama kali sebelum berusia 10 tahun, Hasil Survey Kesehatan Reproduksi Indonesia Tahun 2002-2003 bahwa remaja usia 10 tahun merokok 27,7 % dan usia di bawah 20 tahun 68%. 2 Para perokok yang memulainya sejak awal usia muda menanggung risiko lebih besar. Diperkirakan korban tembakau di masa depan adalah anak-anak hari ini. Anak-anak yang hidup saat ini akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan tembakau. 3 Kerusakan pada seseorang yang diakibatkan dari merokok akan terakumulasi